Showing posts with label haru haru. Show all posts
Showing posts with label haru haru. Show all posts

Thursday, June 25, 2026

Mengingat Masa Resign 10 Tahun Lalu

 Aaah...aku nahan nangis, nih.

Aku baru ingat, aku belum pernah memproses rasa sedihku ketika resign (terpaksa) dulu.


Aku tertipu!!!

Aku dibentak durhaka karena ibuku jatuh sakit. Katanya jantung. Ternyata baru tahu itu pasang ring. Maksudku itu memang sangat tidak nyaman, tapi bukan berarti urgensinya seperti bypass jantung.


Lucu, tahu gak siapa yang bikin aku termanipulasi sampai aku memilih resign?

Tanteku! Which is adeknya Mamaku.

I feel ssoooooo stupiiiiiiid.


Dan sampai sekarang aku masih ingin kembali ke Jakarta.

Bayangin mimpiku terkubur 10 tahun di Surabaya.

Sampai yang tadinya kota aku cintai, sekarang eneg dikit banyak, lah!


Karena aku lagi rajin optimasi profil LinkedInku, aku kembali menelusuri file-file lawas.

Gak sengaja, ketemulah sebuah lembar exit interview.

Aduuuuuuuuh, aku langsung nangiiiiis sambil kayak ngambek mencak-mencak gitu.

Lelah banget punya mimpi tapi keluarga selalu menjadi penghalang.


Sore ini, aku merilis rasa sedih yang aku tahan 11 tahun lalu. Pelan-pelan.

Aku sadar, aku gak pernah melampiaskan sepenuhnya karena ketika muda dulu, aku belum paham ini apa.

Maklum ya, kayaknya aku ini PTSD, deh! Jadinya, suka lupa ingatan dan lupa merasa tepatnya.

Aku juga baru saja menyadari di pekan lalu, kenapa mimpiku gak pernah terbang lancar.

Ternyata ini semua bukan karena tidak ada support keluarga, justru malahan karena setiap ingin terbang, sayapku selalu dipotong oleh mereka. 

Sayangnya, selama ini aku gak pernah menoleh ke samping kanan kiri dan belakang ketika hendak terbang. Jadinya, aku pikir,"Oooh...Allah gak ngeizinin aku terbang ya. Mungkin ada cuaca buruk di atas sana, makanya Allah tidak mengizinkan aku terbang."


Haaaaaaaaaaaaaaaaahhh...ternyata itu hanyalah toxic positivity yaaa biar masih dikira rumahku surgaku.


Ya udah sekian. Tadi belum nangis tapi udah mewek ngambek gitu. Weeeww...gak kebayang nanti suamiku bakal lihat aku ngambek kayak anak kecil gak keturutan pergi ke tempat ice skating. Hahahaha. Waras yaa, Mas Suami. Hahahahhaa. Karena istrimu ini maybe PTSD and of course ADHD.


What a combooo!!! See you next yapping.


NB. Ternyata selama ini yang bikin aku kacau adalah ibuku yang dimanipulasi sodara-sodara kandungnya semua. I guess karena ibuku berkarir tinggi tapi gak emotionally independent. Jadinya hal kecil tanya ke saudaranya dan which is jawabannya sangat lame dan parah. Alhamdulillah tahun ini ibuku sudah cut off saudara toxicnya (belum semua). Itupun karena aku  udah bilang ke ibuku kalau saudara-saudaranya gila dan tidak punya sopan santun.

Monday, June 8, 2026

Jurnal Buat Psikolog 08/06/26

Sore ini agak aneh.

Sebenarnya aman-aman saja seharian karena aku lagi rapiin project management aku untuk satu bulan ini. Serunya, lagi tokcer banget, lho! 

Seharian ini berasa enteng banget.

Sampai di sore hari setelah aku ambil wudhu buat Sholat Ashar jam 4 sore tadi.

Tiba-tiba aku seperti terkena panic dan anxiety attack.

Badan meriang, kepala nyut-nyutan dan perut seperti diserang tawon daripada kupu-kupu.

Aku mendadak mual dan sediiiiiiiih sekali di bagian dada. Ada rasa deg-degan yang tidak nyaman.


Setelah aku review kenapa...

Aku pun tidak tahu. Tapi, aku sempat posting ini di Threads.


Aku sih tidak merasa sedih ya. Tapi lumayan tertegun karena bingung mengisi quiz ini. Awalnya kan kuis buat ngisi seberapa jauh pengetahuanmu tentang fundamental AI. Cuman ternyata survey pertanyaan 1 itu. Aku mau nanya di grup udah males. Kalau yatim gimana ngisi angkanya. Aneh beut, dah! Dan aku sewaktu ngisi ini gak apa-apa, santai saja. 


Aku coba tela'ah apakah karena makanan dan minumanku hari ini?

Coba aku presensi: pagi kuah kikil sapi, ek kopi susu latte low sugar 2 gelas habis sebelum pukul 2 siang, donat kentang dengan topping glaze coconut milky (less sugar karena bikin sendiri). Dehidrasi juga tidak.

Padahal aku lagi santai dan bersyukur banget lho sebelum kondisi ini menyerang. Akhirnya aku sensitif dan merasa terganggu dengan suara-suara apapun. Dan sampai menjelang maghrib ini, aku masih diliputi kesedihan yang entah dari mana. Ini reaksinya intense banget dan aku menahan nangis, perut kram, dan sakit di dada. Bahkan aku sampai melantunkan dzikir sore pun masih ada.

Aaah, akhirnya aku ingat bahwa psikologku mengirim jurnal kosong dengan beberapa prompt. Baiklah, agar aku tidak lupa lebih baik aku tulis di sini. Blog adalah memori kesedihan yang tepat. Asyeeek!

Entah apa ini namanya. Apa trauma response? Atau kesedihan yang delay? Atau ada orang-orang yang sedih membaca utasku? Cuma 20an orang. Aku HSP ya (menurutku). Kayaknya aku merasakan energi kesedihan orang-orang yang membaca utasku. Cenanyang mode on.

Baik, pembaca budiman dan budiwoman, mungkin dengan ngetik di sini selain lupa, aku bisa regulasi emosi tak nampak tak bernama ini. Kalau kamu pernah mengalami hal yang sama, komen dong! Ini apa ya? 

Selamat petang dan berbahagialah selalu dunia dan akhirat!

Saturday, June 27, 2020

Asal Mula Wangiseruni


"Pasti waktu lahir, orang tuamu tak lupa memberimu nama."


( bersambung ... )

Monday, January 27, 2020

Oftalmopati Graves Autoimun


Pengertian
Penyakit Graves adalah salah satu jenis gangguan pada sistem kekebalan tubuh ( autoimun ) yang menjadi penyebab umum hipertiroidisme atau produksi hormon tiroid berlebih. Pada penderita Graves, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh malah menyerang kelenjar tiroid (autoimun). Hal ini membuat kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.

Penyebab
Belum ada teori yang secara jelas dapat menjelaskan terjadinya autoimun ini.

Faktor Risiko
Faktor risiko penyakit graves, antara lain:
  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko terserang penyakit Graves dibanding pria.
  • Usia. Penyakit Graves lebih sering terjadi pada orang berusia di bawah 40 tahun.
  • Genetik. Riwayat penyakit Graves dalam keluarga dapat menyebabkan anggota keluarga tersebut menjadi lebih rentan terserang penyakit Graves.
  • Menderita penyakit autoimun lain. Memiliki penyakit autoimun lain seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis juga berisiko menimbulkan penyakit Graves pada orang tersebut.
  • Stress secara emosional atau fisik. Sakit atau peristiwa yang menyebabkan stress, dapat turut memicu penyakit Graves pada orang dengan gen yang rentan terhadap penyakit ini.
  • Merokok. Merokok dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Bagi perokok yang sedang menderita penyakit Graves, akan semakin berisiko terkena Graves oftalmopati.
  • Kehamilan. Kehamilan atau kondisi pasca persalinan pada perempuan dengan gen yang rentan, dapat meningkatkan risiko terserang penyakit Graves.

Gejala
Sejumlah gejala umum yang muncul pada penyakit Graves adalah:
  • Pembesaran kelenjar tiroid (goiter)
  • Tremor pada tangan atau jari tangan
  • Palpitasi jantung (jantung berdebar)
  • Disfungsi ereksi (impotensi)
  • Gairah seks menurun
  • Perubahan pada siklus menstruasi
  • Kehilangan berat badan tanpa kehilangan nafsu makan
  • Suasana hati yang mudah berubah
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Diare
  • Rambut rontok
  • Mudah lelah, lemas, tidak bertenaga
  • Sensitif terhadap udara panas
  • Konsentrasi menurun
Gejala Graves Oftalmopati terjadi akibat peradangan atau gangguan pada sistem imun, yang mempengaruhi otot dan jaringan di sekitar mata. Gejalanya antara lain:
  • Mata menonjol (exophthalmos)
  • Mata terasa kering
  • Tekanan atau rasa sakit pada mata
  • Kelopak mata membengkak
  • Mata memerah yang bisa diakibatkan oleh peradangan
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan ganda dari satu objek (diplopia)
  • Kehilangan penglihatan

Diagnosa
Diagnosis penyakit Graves diawali dengan menanyakan gejala yang timbul serta riwayat penyakit yang pernah diderita. Dokter akan memeriksa denyut nadi dan tekanan darah, serta melihat tanda-tanda tremor. Dokter juga akan memeriksa kelenjar tiroid di leher, untuk memeriksa apakah terjadi pembesaran. Beberapa tes lain yang dapat dijalankan adalah:
  • Tes darah. Dokter akan melakukan tes darah untuk mengecek kadar hormon tiroid, dan kadar hormon hipofisis atau pituitari yang mengatur produksi hormon dari kelenjar tiroid, yaitu TSH (thyroid-stimulating hormone). Penderita Graves memiliki level TSH yang lebih rendah dari batas normal, serta level hormon tiroid yang lebih tinggi.
  • Tes serapan yodium radioaktif. Yodium diperlukan oleh tubuh dalam membuat hormon tiroid. Sehingga dalam pemeriksaan ini akan menggunakan bantuan zat yodium radioaktif dan melihat kadarnya di kelenjar tiroid melalui kamera khusus. Dokter akan memberi sedikit yodium radioaktif dan mengukur kadarnya di kelenjar tiroid. Pemeriksaan ini akan membantu dokter menentukan apakah hipertiroidisme disebabkan oleh penyakit Graves atau oleh penyakit lain.
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan dilakukan untuk melihat pembesaran pada kelenjar tiroid. USG dapat menjadi pilihan bagi pasien yang tengah hamil. Bila diperlukan, dokter akan menjalankan tes pencitraan lain, seperti CT scan atau MRI.

Pengobatan
     Perlu diketahui, bahwa keberhasilan pengobatan Graves oftalmopati tidak selalu sejalan dengan keberhasilan pengobatan penyakit Graves itu sendiri. Gejala Graves oftalmopati bisa memburuk dalam 3-6 bulan, dan bertahan hingga setahun, kemudian mulai membaik.
     Pada kasus Graves oftalmopati ringan, penanganan cukup dengan pemberian air mata buatan dan pelumas, yang bisa diperoleh di apotek. Sedangkan pada kasus yang lebih parah, dokter dapat memberikan obat kortikosteroid atau menyarankan penggunaan kacamata prisma, tindakan radioterapi, hingga prosedur bedah. Metode pengobatan tersebut bertujuan untuk mengurangi pembengkakan dan gangguan penglihatan.
     Untuk penanganan di rumah, penderita penyakit Graves bisa melakukan beberapa hal, seperti makan dan latihan secara teratur, serta mengelola stres dengan baik. Pada kasus Graves oftalmopati, pasien bisa menggunakan kacamata hitam, memberi kompres dingin di mata, memberi tetes mata, meninggikan bagian kepala jika hendak tidur, dan berhenti merokok agar gejala tidak memburuk. Sedangkan untuk Graves dermopati, pasien bisa menggunakan salep kortikosteroid, disertai kompres untuk mengurangi pembengkakan.

Pencegahan Primer, Sekunder dan Tersier
Pencegahan primer oftalmopati Graves (OG) ditujukan untuk mencegah kejadian OG dengan penghentian merokok dan mempertahankan kadar hormon tiroid dalam batas normal (eutiroidisme). Pencegahan sekunder ditujukan untuk mencegah progresi OG dengan melakukan penghentian merokok, mempertahankan eutiroidisme ditambah pemberian selenium. Sedangkan pencegahan tersier bertujuan mencegah komplikasi dan meminimalisir kecacatan dengan melakukan penghentian merokok, mempertahankan eutiroidisme ditambah intervensi lokal di bagian mata serta pembedahan. Serta upaya pencegahan memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan manusia secara utuh baik fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.

Makanan yang Perlu Dihindari
Berikut ini adalah makanan-makanan yang harus dihindari, yaitu:
  • Produk Susu Maupun Olahan Susu. Penelitian yang telah dilakukan oleh sebagian besar ilmuwan membuktikan bahwa susu dan produk olahannya tidak disarankan bagi pengidap hipertiroid. Pasalnya, dalam susu maupun produk olahan dari susu masih terkandung penisilin yang bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.
  • Kafein. Kafein yang terkandung dalam minuman kopi atau teh mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai stimulan. Hal ini dapat membuat kinerja kelenjar tiroid semakin meningkat dan mengalami penurunan kondisi kesehatan bagi pengidap kondisi ini.
  • Makanan yang Mengandung Yodium. Yodium merupakan bahan yang mampu meningkatkan kinerja kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroksin. Makanan yang mengandung banyak yodium harus dihindari jika kamu terkena gangguan hipertiroid.
  • Gorengan. Gorengan mengandung minyak dalam jumlah yang besar. Minyak inilah yang merupakan sumber kolesterol tinggi yang akan menjadi pemicu hipertiroid bagi seseorang. Lemak yang melekat pada camilan yang digoreng juga termasuk lemak tidak sehat dan akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
  • Daging Merah. Kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam daging merah mengakibatkan gangguan pada keseimbangan hormonal tubuh. Mengganti daging merah dengan ikan akan lebih baik untuk menstabilkan kadar tiroksin. Tidak hanya itu, kelebihan konsumsi daging merah saat kamu mengalami penyakit lain, seperti serangan jantung, diabetes, atau kolesterol, justru akan membuatmu mengalami kesulitan dalam penyembuhan dari kondisi ini.

Sumber :
alodokter
halodoc
sains.kompas

Friday, October 25, 2019

Celebrating Ied Adha 1440 Hijriyah

Ini ketiga kalinya aku bantu-bantu merayakan Idul Adha dengan potong-potong sapi dan kambing. Pertama saat SMA, kedua saat sudah kerja dan bantu potong-potong di rumah tante, dan latest adalah di Bendul Merisi. Dari pagi sampai sore. Mulai dari bikin es timun dan nyate. Saya tuh gak suka daging kambing, tapi herannya, daging kambing yang disembelih pada hari Idul Adha ini betul-betul tidak ada bau dan rasa amisnya sama sekali. I'm glad. Ada panitia bagian potong daging qurban untuk dibuat sate.

Dagingnya dibungkus daun pepaya 10-15 menitan aja ( lagi dikejar waktu makan siang ).

Hasil karya teman-teman panitia ( bagian dapur & makan )

Sambil menunggu masakan dari daging qurban untuk para panitia, sekalian makan rujak buah. Sedaaaap. Kenapa kok kita rujakan ? Karena udah ada full daging. Hahaha...pembenaran dalam hal diet. Hehehe ^^

Buah-buahan dan sayur, tahu, sambal, bumbu rujak, acar dan bumbu sate.

Plating bumbunya cantik ya. ( bukan saya yang siapin, tapi ibu-ibu panitia lainnya )

Sambil nunggu daging sate disiapkan, saya dan teman-teman membuat Es Timun. Resepnya browsing sana sini pas malemnya. Gak pakai takaran, cuma feeling aja. Alhamdulillah segar. Pilih es timun lagi lagi karena pembenaran diet karena sudah full daging kolesterol gitu deh. Hahaha. Padahal ada gula dan syrupnya.

Es timun ini seger banget gak bohong. Saya baru buat dan udah enak banget. Ludes sama bapak-bapak yang kecapekan nyembelih hewan Qurban. Resepnya ada di mana mana ya. 

Akhirnya, saatnya bebakaran sate. Pake arang lebih mantab dan enak daaaaan.....dagingnya empuk banget meski cuma medium rare. Gak amis padahal saya ini mual dengan bau daging kambing. Waktu itu ada kesalahan sih yaitu pas bebakaran duduk di ruang yang kurang terbuka, sehingga anginnya dan asapnya tuh muter di daerah situ saja. Just imagine our breathe. Hampir berasa keracunan.

Dibantu kipas angin dong. Arang dibakar di atas kompor dulu.

Di tengah bebakaran, akhirnya masakan daging Qurban jatah para panitia datang. Dan enaaaaaaak banget masyaallah. Jadi terbakar deh kalorinya. Hahahha. Besok paginya saya puegel banget dan pusing-pusing mungkin karena kolesterol. Hhahaa.

Krengsengan Daging Kambing

Gulai Kambing

Dianter pake becak karena yang masak masih sekomplek. Biasa masak buat Aqiqahan juga.

Baru tahu saya kalau untuk menyembelih hewan qurban itu ada SOP sesuai syariatnya, tidak hanya perkara baca bismillah terus disembelih, namun betul-betul detail dari hari-hari sebelum hewan Qurban disembelih. Usut punya usut juga, menyembelih hewan Qurban salah satu caranya melihat alur bernafasnya hewan. Correct me if I'm wrong ya karena ini dapat info dari teman yang temannya biasanya jadi tukang jagal juga. Will search more for this about syariah and the right way to prepare Qurban.

Wednesday, October 16, 2019

Alang - Alang Zerowaste Shop

Berawal dari lihat-lihat bulk shop zerowaste di luar negeri, kemudian iseng-iseng lihat kok ada yang di Surabaya. Pertama kali nemu di instagram adalah Alang-Alang Zerowaste Shop karena tempatnya aku pikir dekat dengan tempat kuliahku dulu di ITS, ternyata masih terus ke arah suramadu. Lumayan jauh dari tempat tinggal. Pas itu juga saya, setelah bertahun-tahun lamanya, keluarlah alergi lagi, gatal-gatal dan daerah pencernaan terasa tidak enak, saya putuskan hendak membeli tepung gluten free. Ceritanya saya habis trial donut buah naga untuk dijual. Dua atau tiga hari berturut-turut, saya buat donat dan dimakan sendiri dong karena untuk trial dulu. Tidak sadar, habis 2 kg tepung terigu selama tiga hari itu dan tiba-tiba badan sudah gak karuan saja. Makanya memutuskan ke bulk shop yang jual bahan pangan untuk gluten intoleran dan diary free. Suatu hari aku memutuskan ke sana sendirian sambil bawa storage box ala ala chefgram atau selebgram cooking Hahha. Waktu itu booming food preparation gitukan, jadi aku beli box-nya di Carrefour. Maaf ya kalau belibet karena memang masih belajar nulis, belajar menumpahkan apa yang aku alami ke dalam tulisan secara beruntun, namun ternyata itu tidaklah mudah. Semoga saya bisa mahir dalam menulis panjang. Yuk, kita tengok tokonya.


Letaknya di sebuah ruko setelah perempatan traffic light, kiri jalan. Jadi misal dari arah galaxy mall itu terus aja sampai ngelewatin Kampus C Unair. Aku suka tokonya calm and quiet. Pas masuk sudah ada aromatherapy dan kerasa kalem dan sunyi aja gitu. Kalau mau masuk, alas kaki dilepas ya.



Ini isi dalam toko waktu saya pertama kali ke sana tanggal 13 Maret 2019. Tokonya rapi tapi yang serem adalah semua gelas-gelas kaca. Masih bingung untuk mengambil produk-produknya karena waktu itu baru buka ya. Kemungkinan masih ada yang kurang. 


Contohnya tuh ini. Saya sempet bingung ngambil tepung bagaimana karena saat itu pakai centong nasi yang datar dan besar banget dibanding dengan mulut toplesnya. Alhasil tumpah deh. Waktu itu bilang ke ownernya , mbak siapa-sorry-lupa, ingetnya doi lulusan teknik nuklir gitu kalo gak salah. Pas terakhir ke sana bulan Juni atau Juli, alhamdulillah udah diganti pake centong cekung dari batok kelapa. Jadi lebih safety dan ergonomis. Kalau masuk toko kaca-kaca gitu suka deg-degan gak karuan.

Ini yang aku beli waktu pertama kali ke sana.

 Ini aku beli waktu ketiga kali ke sana kayaknya. Aku kurang suka kue sebenarnya, tapi yang Avocado Choco Pie ini enak dan seger banget. Gak kemanisan dan pas lah. Kalo yang Donut ini berat banget ya mungkin karena full dark chocolate. Alhasil makannya dikit-dikit karena kenyang gitu. Kedua kue ini aku habiskan dalam 2 hari. Jadi ingin buat pie sendiri dari tepung gluten free.

Toko ini gak pakai sistem cetak struk, jadi pakai software dan kudu difoto sendiri buat yang perlu, soalnya kalau udah ditutup gitu gak bisa keluar lagi struk ini. Ini pas bulan Juni ya. Gak tahu kalau sekarang. Semoga bisa di email gitu receiptnya, ya.

Beginilah review amatir dari saya. Sebenernya kenapa saya share perjalanan saya yang berkesan di sini karena gak mau foto di hape penuh. Saya juga ingin menata memori saya mengenai hal-hal yang saya sukai. Kadang kita banyak melalui hal yang indah, tapi mengingatnya kembali butuh tenaga dan pikiran yang nyaman. Jika hal ini sudah kita tumpahkan dalam bentuk tulisan, maka akan lebih enak mengingatnya. Ya, ikatlah ilmu dengan tulisan. Saya bisa belajar dari Zerowaste Shop ini. Di sana juga disediakan air minum isi ulang gratis bagi pengunjung. So, don't forget to bring your own tumblr and minimize your waste volume. See you.

Thursday, October 10, 2019

Sunday, April 14, 2019

Berdamai dengan Alergi

Sebenarnya postingan ini harusnya tertunda untuk seenggaknya bulan Syawal, tetapi karena ada beberapa teman yang punya keluhan sama, aku pun ingin berbagi bersama mereka. Karena penyakit ini termasuk penyakit akut yang bahasa simple-nya, kumat-kumatan.

Tepat setelah Idul Adha tahun kemarin, saya dapat tawaran isi bazaar oleh teman UMKM di salah satu mall. Dua hari dari pagi sampai malam, dan kondisi saya sedang haid antara hari ke 3 atau 4. Karena saya ini full sebagai one man show di usaha homemade saya, hari itu hectic sekali karena saya kudu produksi Susu Kacang. Pada saat itu kulit saya gatal dan saya garuk ( hebat ). Karena saya sibuk sekali, saya tidak merasakan apa-apa. Ketika besok paginya setelah bazaar selesai, saya melihat luka, yang memerah dan sangat perih sekali, di kaki saya yang meluas. Kemudian saya masih santai-santai saja dan berharap ini hanya gatal biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Namun, makin lama makin menjadi dan sedihnya...saya tidak tahu ini penyakit apa. ( Tahun 201x, sewaktu saya kerja di Jakarta, saya pernah sakit seperti ini, tapi di daerah wajah dan pada saat itu sempat disuntik steroid oleh dokter kulit. 2 tahun saya tidak pakai perawatan apa-apa, barulah sembuh gatal-gatalnya ).

Sedihnya pula, kalau ada sakit yang "merusak kecantikan/kemulusan tubuh atau wajah", namanya orang Jawa selalu mengatakan,"Itu diguna-guna kali, kamu habis nolak cowok kasar sekali. Kamu blaa..blaa..blaa.." Menurutku sangat lucu karena kan kita belum mati-matian ke dokter ya, tapi dah vonis harus berobat ke dukun. Alhamdulillah atas nikmat iman dan Islam yang Allah berikan dari semenjak aku SD, aku paling anti merasa sial, merasa dikit-dikit diguna-guna jadi harus ke mbah dukun. Aku memilih bersabar atas nikmat sakit ini. Tentu saja bersabar itu bukan diam saja, namun tetaplah kita ikhtiar dan do'a. Allahlah Maha Penyembuh. 

Oke lanjut yang tadi,...karena saya tidak tahan dengan gatal di kaki saya, beberapa bulan kemudian saya ke dokter kulit. Saya takutlah kena penyakit kulit yang ekstrem gitu dan yang lebih takut lagi kalau ini menyebar. Oh iya, gatel-gatel dan bentol-bentol tak hanya di kaki, namun di kulit kepala juga. Di daerah perut juga ada namun hanya bentolan tanpa gatal. Saya dikasih resep yang harganya jutaan kalau diambil semua. Karena saya masih bisa tahan yang lain, saya pilih ambil salep gatal aja. Maalah rambut, saya ganti shampoo dengan Natur Aloe Vera. Alhamdulillah membaik. Ya masih gatal tapi bukan yang nyelekit seperti ditusuk-tusuk jarum panas.

Pada akhir bulan Februari, atas izin Allah, saya kok kepikiran berobat ke Dokter Penyakit Dalam. Apa ini gatal karena penyakit dari organ tubuh, dll. Lagi-lagi takut penyakit yang parah-parah gitu deh. Atas rahmat dari Allah juga, saya bawa semua rekam medis saya termasuk tes alergi tahun 2013 ( saat saya breakout parah di wajah itu ). Saya tidak ketemu dokter Spesialis Alergi Imunologinya, saya ketemu sama istrinya, karena jadwal pagi dan aku sudah tak tahan buanget. Lukanya tambah menyebar dan muncul luka baru dan perihnya sangat sampai saya tidak pede keluar rumah. Saya sampai tidak bisa tidur berhari-hari. Mau ibadah, buang air, malas banget kena air perih. Itu titik saya sedih karena penyakit gatal-gatal ini. Setelah bertemu dokter, alhamdulillah aku lega. Selain obatnya murah cuma habis 27ribu rupiah, beliau cuma kasih tahu begini,"Mbak, mungkin mbak alergi. Coba hindari semua alergen. Nanti kontrol lagi ). Obat yang beliau berikan Cetrizine dan salep kulit (antibiotik kayaknya). Dipakai hanya saat ada keluhan saja. Eh, tapi terakhir gitu, beliau nawari steroid karena melihat luka, lemes dan badan anget terus ( malah dipikir lupus ), namun saya tolak. Saya sadar diri, saya mau benerin asupan gizi dahulu, baru bisa paham kerja obat ke penyakit ini.

Alhamdulillah lagi nih..seiring berjalannya waktu...ada lagi pencerahan. Mendadak mama japri ada tes kesehatan menyeluruh, murah gitu. ( Ternyata MLM dong ). Di situ hasilku lemah banget lah plus kedapetan penyakit momoknya wanita pula ( yang belum tentu kebenarannya sebelum USG ). Aku sedih lagi. Down lagi sampai-sampai berhenti jualan. Ini kalau tidak salah 3 minggu lalu ( akhir Maret ). Dan pada satu titik, aku berprinsip :"Ya hamba Allah. Kalau sakit, ya sakit. Yang penting persiapkan diri mencari husnul khatimah." 

Dari hasil tes itu, disarankan perbaiki asupan makanan, perbanyak sayur, buah, hindari atau kurangi makanan berminyak, berlemak, manis dan pedas plus ditawari produk ( ya pastilah ). Karena ketidaktelitian saya, saya beli produknya dia suplemen yang katanya bisa mempercepat regenerasi sel-sel yang rusak. Aku gak ngeh, suplemennya dia itu dari ganggang laut yang notabene-nya SEAFOOD. Seminggu pakai, kok masih tertusuk-tusuk ini kakiku, padahal aku sudah menghindari banyak alergen-alergen. Plus juga, aku pakai minyak zaitun dengan membabi buta, alias dikit-dikit kalo gatel, oles. Sehari bisa oles sepuluh kali. Sampai-sampai pada suatu saat, aku menamatkan bacaan Pengobatan ala Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam karya Ibnu Qayyim Al Jauzi. Di halaman terakhir-terakhir ada tulisan begini intinya,"Orang yang banyak mengkonsumsi minyak zaitun lebih dari tiga hari, pasti akan mendatangkan penyakit." Bener aja, aku stop pemakaian minyak zaitun dan suplemen ganggang, kulit pada merintisnya keluar. Dan aku menahan diri untuk tidak menggaruk. Di kegalauan ini pula, aku sempet sedih. Terus aku harus gimana ? Herbal aja gak bisa ? Browsing-browsing terus tiap hari, akhirnya seminggu lalu aku menemukan blog yaumikf.blogspot.com . Alhamdulillah, alergi beliau sama sama aku daaan tips-tipsnya masya Allah. Aku pun sekarang mempraktekan itu dan alhamdulillah progressnya dalam seminggu cepat banget. Kulitku sudah tidak menebal, gatal dan lukaku berkurang 60%, lukanya menutup dan kering, kulit melembut dan beberapa malah sudah memudar. Saya tidak mungkin kasih foto, karena di daerah terlarang. 

Ini adalah tips yang saya lakukan untuk berdamai dengan eczema akibat alergi :
  1. Ikhlas dan anggap ini ujian. Bersabarlah dan tetap positif thinking kepada Allah. Banyak do'a dan istighfar karena kesembuhan itu dari Allah.
  2. Buatlah Food Journal alias Jurnal Makanan. Catat semua makanan, minuman, obat, suplemen yang kita konsumsi. Aku pakai buku notes seadanya aja. Kenapa ? Jadi, terakhir tes alergi tahun 2013, ternyata di tahun 2018 alergenku berubah. Tahun 2013 ayam itu negatif, sedang tahun 2018 sekali makan ayam sepotong kecil langsung gatal panas nyelekit tertusuk tusuk. Nah, dengan food journal ini kita jadi tahu pencetus utama gatal-gatal apa saja. Kalau ada kebiasaan atau kegiatan yang perlu dicatet juga tidak apa-apa. Contohnya, hari itu capek banget, berkunjung ke tempat yang kotor atau bagaimana gitu.
  3. Saya pribadi (yakin dan terbukti)...STRESS adalah KONTRIBUTOR TERBESAR dalam pencetus gatal-gatal. Jadi, hindari kondisi yang buat kepikiran, gak enak, gak suka, marah-marah, menggosip, asam lambung naik, pusing, dll.
  4. Jam 5 - 5.30 pagi, keluar rumah, dan jalan-jalan ke sekeliling kompleks. Lihat yang hijau-hijau. Gerakan badan. Mood di pagi hari bisa mempengaruhi mood seharian lho. Jadi sebelum chaos ngurusin keluarga, sebaiknya keluar kompleks, jalan-jalan santai dulu.
  5. Minum air sesuai yang dibutuhkan. Aku pribadi butuh minimal 2,4 liter cairan. Dijamin jika memenuhi ini, sudah tidak perlu pelembab/lotion, dll.
  6. Hindari alergen secara 100%, ini untuk mengetahui pencetus dan menurunkan rasa gatal atau rasa kepingin garuk heboh. Ini berlaku untuk alergen yang pasti dan yang masih dalam tahap perkiraan.
  7. Ubahlah isi makananmu dengan banyak sayur dan buah. Boleh tambah vitamin C dosis rendah.
  8. Hindari proses deep fry, gula berlebihan, pedas yang terasa, kerupuk, dan makanan berproses dengan pengawet/pemanis/perasa/pewarna buatan.
  9. Puasalah minimal 3 hari dalam sebulan atau dua kali dalam seminggu. Rasa lapar bisa meningkatkan sel darah putih lho. Dan puasa ini proses restart imun juga lho. Bisa juga menjadi detoksifikasi alami. Kalau Muslim, detoks badan dapet, hati dan pikiran dapet ya, karena seiring mengontrol hawa nafsu.
  10. Keringkan bagian badan yang lembab atau basah karena bisa memicu gatal.
  11. Belajarlah lembut kepada kulit sendiri. Jangan lebay kalau gosok/nge-scrub.
  12. JANGAN GARUK !!! Tapi bu, ini bisa terjadi kalau sudah mengeliminasi alergen. Kalau masih paksa makan enak tapi itu alergen maka akan tetap buat ingin garuk. Kalau sudah begitu banyak luka, banyak bekas hitam hitam dan susah hilangnya. Pokoknya JANGAN GARUUUK !!!
  13. Semangatlah cari resep resep pengganti. Ya alhamdulillah aku jadi rada vegan sedikit karena alergi seafood, ayam, kacang-kacangan, nanas, gandum. Daging pun harus dikontrol asupannya. Sayur kalau tidak ditumis ya dijus.
  14. Makan sesuai porsi ( =sesuai kalori ). Tiap orang berbeda kebutuhan kalorinya ya. Jaga itu, yang ada kelebihan lemak dan itu malah menambah parah luka gesekan pada eksim, lebih baik makan untuk fat loss dan olahraga rutin sesuai target masing-masing. 
  15. Ganti sabun dan shampoo yang sesuai sensitivitas kulit. Saya sekarang ganti ke sabun bayi, lupa merknya pokoknya warna kuning dan ada extract honey. Karena saya alergi kacang-kacangan, saya hindari yang ada almond/soybeannya. Alhamdulillah kulit ya lembut dan halus-halus saja. Karena nutrisi makanan juga sudah diperbaiki.
  16. Juah-jauh dari medsos dan media chatting. Hahaha...ini manjur banget di aku. Work your passion on real life-lah daripada buang waktu gak sadar kelamaan ngescroll medsos sambil gemes mau komen. 
  17. Hiduplah teratur. Mulai dari manajemen qalbu, pikiran, waktu, keluarga, kerja, makanan, dan lain-lain.


( Sumber : Hansboling )


Sepertinya itu aja tips dari saya. Mungkin akan ada tambahan untuk ke depannya karena aku masih ada sedikit gatal dan bekas luka juga. Semoga bermanfaat ya karena ya saya tahu bagaimana rasanya. Semoga bisa berdamai dengan penyakit, tidak galau, tidak lebay, tidak gegabah dan tergesa-gesa dalam pengobatan. Perbaiki semua dari dalam tubuh dahulu, karena obat dokter hanya membantu, bukan hal utama. Badan kita punya sistem pemulihan sendiri, pelajari dan catat kemampuan diri kita sendiri. Rekamlah medismu sendiri, jangan sampai RS punya banyak rekaman medismu. Say no to sakit karena STRESS. 


We are happy people. 
Stay safe, stay comfortable, stay kind and humble. 
Let's learn not only how to love but how to be loved.

Monday, February 11, 2019

[ Instagram Update ] 31 Juli 2017


Friendship's goal :  
Let's be friend till jannah and meet our parents there.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata,

رَبِّ Ù‡َبْ Ù„ِÙŠ Ù…ِÙ†َ الصَّالِØ­ِينَ

“Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) 
yang termasuk orang-orang yang saleh”. 
[QS. Ash Shaffaat: 100]

______________________________________________________________________
Sumber : https://rumaysho.com/1752-doa-meminta-anak-yang-sholeh.html
Model : Emir & Farrel ( anak sahabat-sahabatku )

Thursday, July 28, 2016

[ Instagram Update ] 28 weeks ago


Masjid Putra, Putrajaya, Malaysia.



Perdana Putra Park, Putrajaya, Prime Minister of Malaysia's Office.



"Sesekali, Allah memberikan cobaan kepada hambaNya agar hati mereka terikat dan mendekat kepada Allah. Iman terbentuk lebih kuat ketika seorang hamba diberi cobaan."
-Imam Ibnu Taymiyyah-

Raise your complaints to Him .. Alone.



Pic taken at 00.00 am UEA time, after praying in Rawdah ( called a part of Jannah ), while waiting my roommate go shopping outside Al Haram.

The city that never sleeps. The store that only close 5 times a day from before adzan until jama'ah prayer finish ( May Allah always bless this ummah! ) ❤❤



  • Tadinya suka su'udzan sama orang yang bolak balik umroh, tapi masyaallah memang ngangenin banget di sana. Hati gak bisa jauh apalagi di saat paling rindu akan kehadiran Allah. Lagi sedih dan sendiri banget, gak ada satupun yang bisa nolong, nemenin menghadapi ini semua selain Allah, pengeeen rasanya lama-lama bercengkrama di Baitullah. Curhat hal apapun di tanah haram lebih enteng dan tenang daripada di tanah air. It's a magical place. Subhana rabbiyal a'laa wa bihamdi, faghfirly.

    "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya." [ QS 5 : 2 ]

Mulai sekarang gak perlu ya sentimen sama yang bolak balik Umroh, karena beliau-beliau mencari suatu kebutuhan dan hajat masing-masing yang tidak ada urusan dengan hidup dan amalan kita. Coba untuk mengintrospeksi amalan sendiri daripada memandang negatif ibadah orang lain. Bismillah, naik kelas yuk ! :)

Wednesday, July 27, 2016

[ Instagram Update ] 5 weeks ago


"Treat your children not only how to love but how to be loved." ♡

[ Instagram Update ] 11 - 12 weeks ago


وعن أبي هريرة عبد الرحمن بن صخر رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏"إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ، ولا إلى صوركم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم‏"‏ ‏(‏‏(‏رواه مسلم‏)‏‏)‏‏ 
°
Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr r.a., berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)



*Foto ponakan kelas 6 SD lagi bedrest gara-gara typhus* 

Tuesday, July 26, 2016

[ Instagram Update ] 8 weeks ago


Juli 2016


Rasa rasanya kecil, tapi Allah selalu punya cara untuk mencuci harta hambaNya yang mencari kehalalan. Gak kenapa lah yaa nanti biar gak banyak pertanggungjawaban di akhirat nanti. 


"Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat." [ QS. 42 : 27 ]

[ Instagram Update ] 38 weeks ago


Improvement :

At 2nd grade she refused and nagged before study time at home, cannot read well, barely recognize how to read some words. But now, at 3rd grade, she never complain about study, always do it calmly, can read diligently and moreover write some alphabets in Arabic. Indeed praying is the highest effort to change one condition of men.


"Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." [ QS. 14:4 ]

Saturday, January 19, 2013

Sedekah dalam Al Baqarah

Bermula dari chat seorang sahabat bernama Nisa, dan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini timbul tenggelam di alam bawah sadar, dan pula kami sudah mulai memiliki penghasilan sendiri. Kebingungan,...bagaimana sejatinya konsep bersedekah. Sepanjang perjalanan ke sekolah, kuliah bahkan kerja, sederet peminta-peminta, penjual koran dan barang-barang yang tak tepat sasaran, berjejer di sepanjang jembatan dan ruas jalan. Hati kecil pasti merasa, 
"seandainya saya kaya, saya mau kasih ke setiap peminta-peminta dan penjual-penjual tsb bahkan dengan nominal lebih besar." 
"seandainya saya kaya, saya bisa beli semua koran yang ibu-ibu itu jual."
"seandainya saya kaya,...."

Lebih-lebih lagi saya sekarang di Jakarta. Dulu di kota kampung saya, Surabaya jauh lebih sedikit peminta-peminta daripada di ibukota. Di Surabaya sepanjang perjalanan saya sangat ingat beberapa penjual yang saya suka perhatikan. "Seorang ibu berjualan Kompas dan beberapa tabloid di lampu merah Tenggilis, anak remaja yang berjualan Radar Surabaya di lampu merah Semolowaru, anak kecil berjualan Sindo di lampu merah Kertajaya, nenek tua renta berjualan Surya di lampu merah Klampis, seorang bapak berjualan map Surabaya, helikopter mainan, buku Gurita Cikeas, apalah yang tak tepat sasaran di lampu merah Nginden, dan seorang ibu yang cacat kakinya terseok-seok berjualan Jawa Pos dan beberapa tabloid di lampu merah Jemursari. Ada pula para polisi cepek yang ikhlas gak ikhlas membantu kita memperlancar lalu lintas." Rutinitas sehari-hari yang memelas hati. 

Bagiku mereka semua kaya karena tak pernah minta-minta.
"berinfaqlah kamu kepada orang fakir yang berjihad di jalan Allah. Mereka kaya karena mereka menjaga diri dari meminta-minta. Kamu mengenal mereka dari sifat-sifatnya. Mereka tidak meminta-minta kepada orang dalam keadaan terdesak." (QS. 2:273)

Kemudian saya hijrah ke Jakarta, tepatnya Maret 2012. Semenjak saya kos di tempat saya sekarang, saya selalu mau tidak mau melewati jembatan busway Bendungan Hilir untuk dapat mencapai kantor dekat pintu air Krukut, di seberang jalan. Saya mau tidak mau, hafal para penjual dan peminta-minta di sana. Jauh lebih tidak tertib daripada di Surabaya. Instinct Environmental Engineer saya terbesit," seharian di sini, pipis/boker di mana?", karena ada yang membawa anak-anak kecil dan bayi mereka untuk meminta-minta. Dulu ada 5 pengemis di situ, sekarang bertambah 2-3 pengemis. Hhh...kalo ini saya gak tau deh. Sempet shock liat kondisi Jakarta, banyak orang-orang berdasi, jas, heels, tetapi pengemis, peminta-peminta, pengamen, dan penjual jalanan tidak kalah banyaknya. Tapi ada satu nenek yang menarik hatiku. Biasanya beliau keliling di kantin luar kantor. Nenek ini punya katarak tapi dia jualan peyek dan peyeknya enak banget meski gak bisa dibilang murah. Peyek terenak yang aku pernah makan. Mungkin karena isinya gak cuma tepung, kacang, teri, tapi juga do'a dari si penjual. 10ribu satu bungkus tapi aku senang membelinya, karena nenek ini menjual dengan senyum meski tidak mengenali uang-uang kertas yang kami berikan. Selalu bertanya,"nak, ini berapa uangnya ya?" Meski tak kami beli beliau juga masih senyum. Kemudian setiap yang membeli peyeknya, beliau selalu memberi senyuman dan do'a panjaaaaaang dan terima kasih karena uang ini buat dia operasi katarak. Tapi sudah berbulan-bulan beliau tidak berjualan. Kami mendo'akan beliau sehat-sehat saja dan mungkin punya sasaran pasar baru yang lebih baik. (Amiiin..)

*cling...tiba-tiba saya ingat post saya pada bulan Mei, 2011 tentang Penjual Bakso.

Saya dan Nisa ini saling menggali sedekah yang bagaimana yang baik...kadang pilih-pilih, dilihat sekiranya yang sudah tua renta dan tak bisa apa-apa atau pengamen yang diprioritaskan kita sisihkan. Kemudian seiring berjalannya waktu dan sepanjang jalan pikiran tetap berkecamuk. Pada suatu waktu, aku memantapkan diri untuk mengkhatamkan Al-Qur'an beserta artinya. Benar-benar menyimak dan memahami isinya. Ini hidayah baru (2012), yang telat aku sadari, setelah hidayah berjilbab pada hari akhir les primagama SMP (2004). 8 tahun...hahaha. Wah, kebangetan yaa...kemudian di sinilah, di kitab suci dan petunjuk inilah aku menemukan kedamaian karena beberapa pertanyaan hidup terjawab dari sini. Salah satunya mengenai sedekah.

"Pokok-pokok kebajikan salah satunya adalah memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta dan hamba sahaya." (QS.2:177)

"Hai orang-orang beriman, nafkahkanlah sebagian dari usahamu (yang baik-baik) dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan, sedangkan kamu sendiri enggan mengambilnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya." (QS.2:267)

(Ayat 267 ini membuat saya tersentak. Saya ternyata masih perlu banyak belajar ikhlas lagi!!)

Satu cerita, saya suka sensi jika melihat media yang mengenai artis-artis, petinggi-petinggi, perusahaan-perusahaan, dengan acara yang konsepnya wah mulai dari dekorasi, baju-baju tamunya, mengatasnamakan acara charity. Why not hiding them atau don't boast it in media. Atau ketika seorang teman A berkata, bahwa dia memberikan sesuatu kepada teman B tsb dan suatu ketika teman B yang dia beri kebaikannya itu tidak menjadi temannya lagi. Maka teman A ini nyeletuk, "Wah, gak tau terima kasih. Gak tau apa dulu saya ngasih apa-apa sama dia. Sekarang liat itu tingkah lakunya." (eh, tapi saya pernah ding seperti ini tapi bukan dalam bentuk harta, jadi introspeksi juga buat saya.)

Kemudian ayat-ayat ini ..
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutkannya dan menyakiti hati si penerima. Seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya'." (QS.2:264)

"Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS.2:271)

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malah dan siang hari secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi-Nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati." (QS.2:274)

Satu waktu lagi, Nisa bercerita mengenai tetangganya yang menentang hukum sedekahnya karena takut miskin dan malah banyak berhutang yang katanya untuk anak-anaknya sekolah, padahal kondisi mereka mampu jika mereka mau berpikir. Nisa bertanya kepadaku, "Bagaimana itu...Apakah aku salah?"

Akupun mana tahu, kemudian aku membaca ayat-ayat ini..
"Dan jika orang berhutang dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan sebagian atau semua hutang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS.2:280)

"Syaitan menakut-nakutimu dengan kemiskinan supaya kamu menjadi kikir sedangkan Allah menjanjikanmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas KaruniaNya. (QS.2:268)

Lalu kami saling bercerita mengenai the power of sedekah. Sedekah bisa melancarkan segala rutinitas hari itu. Jika Allah ngasih langsung karunianya ya...dan hal itu kadang lupa kita sadari. Salah satunya kejadian sederhana kali ini.

Suatu waktu karena suatu kondisi yang mengharuskanku ke dokter ahli di daerah Monas. Sebelum berangkat, seseorang memintaku akan kebutuhannya, kemudian aku berikan. Buatku hari itu tidak spesial dan biasa saja. Semua orang pasti akan mengalami hal ini. Hari cerah sekali padahal musim hujan, perjalanan ke tempat tujuan yang aku sebenarnya tidak mengetahui itu di mana berjalan sangat lancar. Saya sampai di tujuan menggunakan busway dan ojek yang ternyata tidak seberapa mahal padahal perjalanan lumayan jauh (dibandingkan dengan ojek-ojek di kos). Test kesehatanpun berjalan dengan baik. Tak sakit (saya penakut dengan dokter dan jarum suntik). Lalu saya harus kembali ke terminal busway tanpa ojek. Langkah saya diringankan dan panas terik tidak menggangguku. Aku harus menyeberang jalan besar, tidak tahu jalan apa. Saya sangat takut dan di seberang ada orang buta yang ingin menyeberang. Di sela ketakutan kami muncullah pengendara motor yang sangat berani menghadang semua kendaraan-kendaraan besi beroda empat yang berkecepatan 60 km/jam tidak ada toleransi ingin menerobos kami. Mereka mengerem mendadak. Mungkin yang di dalam mengumpat. Kami pun menyeberang dengan selamat. Terima kasih kepada Mas Gagah. Siapapun kamu. Allah kasih kebaikan lewat wujudmu.

Segala kejadian tak ada kebetulan kan? Maktub. We met people for a reason. They cross our path for a reason. I met him for a reason. Aktivitas lancar jaya. Hindari keraguan dalam bersedekah, kapanpun, di manapun. Ucapkanlah do'a-do'a sebelum bersedekah semoga harta ini digunakan untuk kebaikan sehingga bukan setan yang ambil alih. Sedekah melatih kita dalam mengikhlaskan sesuatu. Mengikhlaskan yang dicintai. Apapun bentuknya. Sedekah buat saya pribadi tak hanya dalam harta, tapi juga sikap terhadap sesama atau makhluk hidup lainnya. Karena dengan sedekah kecil Anda bisa beranak pinak membantu banyak orang. Seperti dalam salah satu novel kesukaanku karya Mitch Albom, Seven People You Meet in Heaven.  Sekian semoga ilmu yang saya share bisa bermanfaat. "We're not only getting older, we're getting better."

"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, tiap-tiap bulir terdapat seratur biji. Allah melipatkan ganjaran kepada yang dikendaki." (QS.2:261)