Thursday, August 20, 2026

MEMILIH LINGKUNGAN BERARTI MEMILIH LEVEL KONFLIK

 HAAAAAAAAAAHH...

Nyesel baru sadar sekarang. Kebayang gak sih kalau kamu selalu berprestasi di akademis dan kantor konglomerasi multinasional membutuhkan keahlianmu, tapi di lingkungan rumah, they treat you like imbicile and problematic person. Just because you're a woman that has independent mind and choice.

Uedaaaaan!!!

Bayangin giniiii...kamu di kantor sibuk dengan memperbaiki mesin rusak, ekspansi bisnis bernilai Milyaran USD, sibuk summary riset jurnal, diapresiasi konglo, expert senior, ngopi enak....

eh ladalaaaaaah....

Sementara di rumah, orang-orang tersinggung atas kebodohan mereka sendiri. Hal-hal kecil yang bisa kamu perbaiki sendiri, mereka hodob dan menyalahkan kamu sebagai biangnya.

Contoh:

1. Dia gak nyapa aku, gak senyum, menoleh --> jadi perkara. Omongan sana sini.

2. Kamu jadi jomblo usia 25+ jadi problematika. Orang-orang berlomba menjodohkanmu dengan lelaki miskin nan bingung. Pokoknya kamu kudu nikah tanpa mikir bebet, bobot, dan bibit.

3. Diam aja ketika mereka bergosip, dihina bisu terus jahat. Wkakakak...Aduh ini tuh gak bodoh lebih ke kepribadian mereka sakit dan ngumpul. 

4. Gue tegur karena langsung buka pagar langsung masuk rumah, tanpa ketok sama sekali...aku dibilang jahat dan gak sopan.

Ini 2 recently case yang aku ingat,

1. Tiba-tiba mamamu protes dateng2 ke ruang kerja katanya pompa air rusak gara-gara aku lihat2 meteran air. Padahal di situ aku nge-foto meteran air biar dia gak boncos sampe 300ribu. Tahu gaaaak? Mereka tidak melihat tandon, gak ngecek apapun, they just wanna blame you for everything. 

ITU MASALAHNYA KARENA TANDON KOSONG. ITUPUN TIAP MALEM ADA YANG MATIIN TU TANDON DUNNO WHO! Ya udah aku tinggal puter kran air sambil marah-marah. Ini nih yang bikin otakku rusak di rumah ini.

2. Aku bilang gini waktu sebelum Agustusan mereka mau beli sembako,"Jangan taruh sembako dan makanan di sini (ruang tamu di depan ruang kerjaku), ya." Aku balik lah ke kamar. Langsung aja Masku teriak2,"DIA ITU JAHAAAT, KERAAS, INI SEMUA TELAT KARENA DIAA AMBIL KUNCI MOBILNYA."

Well, BPKB dan STNK atas namaku. Aku pakai dari 2008. What a crazy man! 

Padahal tuh aku taruh di kamar mamaku biar praktis, malah dianggep bisa dipakai kapan saja.


Dari sekian banyaaaaaak program medis yang datang kenapa gak ada yang program CEK KEJIWAAN LANSIA siiiiih???? HAAAAAH???

Salah satu aku tutup toko di rumah ini adalah karena sering kali jadi rujukan orang gak waras tau gak. Harusnya gue menyewakan praktek psikiatri ya di sini. CUAN BANGET KAYAKNYA! 


Pliss RS Menur bisa banget nih ngebawa lansia-lansia sakit jiwa di sini ke bangsal kamu. Sumpah deeeeh! Kayak preman di sini tuh dan Ibu-Ibu suka banget gosip dan disetir sama ART-ART juga. 


Nah, aku baru sadar...KAMU PILIH LINGKUNGAN, BERARTI KAMU PILIH KONFLIK SEPERTI APA YANG MUNCUL BERULANG, ya gak sih??

Aku jadi punya rasa bersyukur dulu di kantor krn ngurusin C-level kecipratan politik kantor tingkat konglomerasi itu. At leaaaast, kalau ada apa2 gak disuruh ganti rugi dan masih digaji di atas UMR plus lumayan dapat medical, dkk. I mean yang toxic cuma 1-3 orang. Karena mereka udah males banget ngurusin drama kantor (kekurangan SDM).

KEBAYANG GAK KAMU PILIH SUAMI DAN KELUARGANYA GIMANA, KALAU DIA GAK NGERTI SAMA KONDISI HIDUPNYA JANGKA PANJANG?

Ini juga bakalan aku masukkan ke filter kalau mau belajar atau kerja di luar negri.

Aku sih udah kayak FULLY UNDERSTAND sama kondisi ini. Aku gak pengen pergi dalam keadaan seperti Nabi Yunus karena marah. Aku pengen pergi dari sini karena emang udah usaha banget dan logically udah ada data nih 10 tahun bahwa nih orang begini-begini ajaaa justru makin parah karena makin tua dan yaaa males kerja kan mereka pengangguran.

CUMAN AKU TUH PELUPA YAAA...Moga-moga aku inget hidayah ini terus. So I know my priority pokoknya harus cari cara gimana break kesialan dan gak dapat2 uang ini. 

Lalu income pertama nyicil utang produktif (laptop), perbaruan passport, dan pastinya kos2an dulu diutamakan kalau bisa keluar kota. Biar gak ketemu wong2 gendeng iki maneh.

Wish me LUCK!

Aku akan menjadi Syahrini dulu yang gak marah dengan urusan hodob dan sepele, biar dapat sekelas Reino Barrack. Hahaha...

Saturday, August 8, 2026

I'm Too Pretty Born In These Shits

 I've just realize a lot things in my recent week about my family.

1. Mobil Mas gue, tahun lalu kayaknya, ujug2 dibawa kabur temen deketnya. Katanya. Terus akhirnya  kefoto gitu lho di ETL karena melanggar lampu merah, lupa di kota apa. Masih di Jawa. Lalu, katanya nomor hapenya gak bisa dihubungi tapi istrinya ada di rumah. Aneh aja, kefoto di luar kota kayak 6 bulan sekali, 12 bulan sekali. Dan kayaknya itu kota yang sama....Masalahnya pas ditanyain pada santai dan lempar2an. Kayak orang yang gak beneran kehilangan mobil gitu. Aku kalau kehilangan mobil itu grieving ya. Apalagi banyak kenangan dan perjuangan dengan mobil itu. Yaaa...curiga ajaaaaaa...Soalnya kita bener-bener lagi kesulitan ekonomi dan anak Masku bayar kuliah di Swasta, malah tiba2 dapat kabar mobilnya dibawa kabur temannya.

Ntar gue update lah yaaa foto mobilnya kali2 aja kalian bisa bantu nemuin.

Gimana juga ya ngecek laporan mobil itu beneran lapor atau polisinya seperti kata mereka, gak diurusin alias lambat, atau gimana gituuu? How can I make this thing sure it's done well?


2. Nah gara2 si mobil Masku ilang ini, Masku dan Mamaku punya alasan memanuver framing publik bahwa mobil yang udah atas namaku dan STNK atas namaku ini punya dia. Dan mereka act like this is their car. Mereka yang pake, tapi mereka yang nyinyir aku suruh bayar STNK dan pajak per tahun. Padahal mataku udah bermasalah dan gak bisa nyetir lagi dari tahun 2021.Trus aku give up nyetir mobil. Sebelumnya apa-apa ya aku yang jaga mobilnya itu, aku yang nyuci dan bersihin beberapa hari sekali. Nah, dan mereka nge-framing aku jelek di depan tetangga. Akhirnya di tahun ini banyak tetangga yang jahatin aku. Hahahahha...Most of the Boomer tukang bully. Lucu ya, aku marahin mereka karena ngebully aku, di rumahku. Ya jelas aku marah. Eh, lha kok gak terima. Kumpulan tukang gosip dan tukang bully.


3. Naaaaaaah niiiih. Kebayang kan Papaku tuh Komisaris suatu perusahaan konglo gede jaman 80-90, cuman emang nih perusahaan thn 2000an dan pailit. Papaku berhasil beli beberapa rumah. 5-7 rumah total. Nah, sekarang ada 3 rumah. 2 dibalik nama oleh mamaku karena dia bilang takut jatuh ke tangan pelakor dan 1 masih nama pemilik lama. Nah, rumah yang SHM masih pemilik nama, alhasil rumah papaku dong, dan itu harusnya jadi harta warisan yang dibagi-bagi. That's why, aku merasa ini rumah milikku juga. Makanya aku kok secara naluriah njagain banget dan ngerawat bersih rumah ini.

Mamaku pernah bilang dengan nada agak sinis menantang sambil rada ketawa kecil,"Kalau kamu punya uang ya balik nama aja ni rumah. Urusin sendiri." But...setelah aku ngobrol sama temenku orang hukum, dia bilang kalau rumah yang belum dibalik nama sebelum Papa meninggal, ya itu milik ahli warisnya. Kalau udah dibalik nama sebelum Papa meninggal, berarti hibah.

Nah,...makanya selama aku stay di sini terutama pasca covid (which is pasca papaku meninggal) keuangan makin seret dan kacau. Karena ada hak-hak yang belum ditunaikan. Tahun lalu aku sengaja ke kuburan Papaku dan bilang gini,"Oke Pa, aku maafin Papa." Sebelumnya sih sehari2 do'a gitu, tapi momen kemarin tuh beneran kayak orang sembelit lega dan aku cukup khidmat berdoa mengucapkan kata maaf ini.


4. Ini satu hal yang aku curigai... yaitu ..kalian tahu buku novel Djenar Maesa Ayu yang Hati-Hati Dengan Kelamin(mu) gak? Ada satu cerita di situ tentang anak perempuan. Nah, sebeneranya aku udah mergoki beberapa kali suara aneh dan posisi aneh. Tapiiiii, aku ga bisa punya bukti rekaman gitu lho. Dan sekarang mereka makin mahir menyembunyikan suara, dll. Jadi, ga pernah bisa mergokin lagi. Baru semuanya bisa ada bukti kalau aku pasang hidden camera di kamar mereka. Dan aku sih gak mau pasang ya.  

 

Nah, well...mau nulis apa lupa.

Oh ya, hari ini tanganku gemeter hebat karena aku dengar sendiri nyinyiran dan fitnah Masku plus Ibuku dan tetanggaku lalu memanipulasi semuanya. Heboh banget..aku sampe terbesit bunuh diri. But, I already know little know how saat kondisi reaktif dibully terjadi. Akhirnya aku bisa regulasi dan jadi tahu, gimana sih cara mereka menangkap dan mendelivery, memutarbalikkan ucapanku ke orang lain sampai orang-orang yang gak kenal sama aku itu marah dan benci. Hemm, so that's how they play to apaan sih namanya NPD ini.


Just want to put something here, just in case I have short term memory loss because of my ADHD. 

Dosa-Dosa Masku yang Harusnya Dia Dilaporin Polisi Selama Ini

1. Menodongkan pisau ke mulut ART sambil mengancam

2. Mengancam dan memasukkan/menyemprotkan Baygon ke mulutku hanya karena aku mau beli jajan taro yang direbut sama dia. Padahal itu taro kesukaanku.

3. Menginjak-nginjak, smack down, dan mencekik beberapa saudara saat bermain hanya karena dia gak mau kalah.

4. Menghajar istrinya sampai mimisan, babak belur, berkali-kali, dan mengancam dengan pisau di mobil (?). Pokoknya serem banget deh. Bahkan itu kenceng sekali. Sayangnya aku masih muda. Cuma bisa minta tolong ke mamaku, tapi ternyata dia cuek banget dan ga urus. Akhirnya aku juga putus asa.

5. Menghalang-halangi membawa anaknya yang sakit typhus ke rumah sakit ataupun berobat ke dokter, sampai badan biru, dingin, dan lemas, kencing kuning kecokelatan, dan kental. Kalau muntah atau masih demam, dimarahin dengan nada mengancam setiap malam, bahkan ditampar dengan keras. Inilah yang mentrigger aku membawa kabur ponakanku dari sekolah (lagi masa ujian akhir sekolah, dia kelas 6) , aku nangis-nangis di ruang guru lalu aku bawa ke IGD.

6.  Aku lupa...mungkin itu aja udah cukup gendheng.

Thursday, June 25, 2026

Mengingat Masa Resign 10 Tahun Lalu

 Aaah...aku nahan nangis, nih.

Aku baru ingat, aku belum pernah memproses rasa sedihku ketika resign (terpaksa) dulu.


Aku tertipu!!!

Aku dibentak durhaka karena ibuku jatuh sakit. Katanya jantung. Ternyata baru tahu itu pasang ring. Maksudku itu memang sangat tidak nyaman, tapi bukan berarti urgensinya seperti bypass jantung.


Lucu, tahu gak siapa yang bikin aku termanipulasi sampai aku memilih resign?

Tanteku! Which is adeknya Mamaku.

I feel ssoooooo stupiiiiiiid.


Dan sampai sekarang aku masih ingin kembali ke Jakarta.

Bayangin mimpiku terkubur 10 tahun di Surabaya.

Sampai yang tadinya kota aku cintai, sekarang eneg dikit banyak, lah!


Karena aku lagi rajin optimasi profil LinkedInku, aku kembali menelusuri file-file lawas.

Gak sengaja, ketemulah sebuah lembar exit interview.

Aduuuuuuuuh, aku langsung nangiiiiis sambil kayak ngambek mencak-mencak gitu.

Lelah banget punya mimpi tapi keluarga selalu menjadi penghalang.


Sore ini, aku merilis rasa sedih yang aku tahan 11 tahun lalu. Pelan-pelan.

Aku sadar, aku gak pernah melampiaskan sepenuhnya karena ketika muda dulu, aku belum paham ini apa.

Maklum ya, kayaknya aku ini PTSD, deh! Jadinya, suka lupa ingatan dan lupa merasa tepatnya.

Aku juga baru saja menyadari di pekan lalu, kenapa mimpiku gak pernah terbang lancar.

Ternyata ini semua bukan karena tidak ada support keluarga, justru malahan karena setiap ingin terbang, sayapku selalu dipotong oleh mereka. 

Sayangnya, selama ini aku gak pernah menoleh ke samping kanan kiri dan belakang ketika hendak terbang. Jadinya, aku pikir,"Oooh...Allah gak ngeizinin aku terbang ya. Mungkin ada cuaca buruk di atas sana, makanya Allah tidak mengizinkan aku terbang."


Haaaaaaaaaaaaaaaaahhh...ternyata itu hanyalah toxic positivity yaaa biar masih dikira rumahku surgaku.


Ya udah sekian. Tadi belum nangis tapi udah mewek ngambek gitu. Weeeww...gak kebayang nanti suamiku bakal lihat aku ngambek kayak anak kecil gak keturutan pergi ke tempat ice skating. Hahahaha. Waras yaa, Mas Suami. Hahahahhaa. Karena istrimu ini maybe PTSD and of course ADHD.


What a combooo!!! See you next yapping.


NB. Ternyata selama ini yang bikin aku kacau adalah ibuku yang dimanipulasi sodara-sodara kandungnya semua. I guess karena ibuku berkarir tinggi tapi gak emotionally independent. Jadinya hal kecil tanya ke saudaranya dan which is jawabannya sangat lame dan parah. Alhamdulillah tahun ini ibuku sudah cut off saudara toxicnya (belum semua). Itupun karena aku  udah bilang ke ibuku kalau saudara-saudaranya gila dan tidak punya sopan santun.

Monday, June 8, 2026

Jurnal Buat Psikolog 08/06/26

Sore ini agak aneh.

Sebenarnya aman-aman saja seharian karena aku lagi rapiin project management aku untuk satu bulan ini. Serunya, lagi tokcer banget, lho! 

Seharian ini berasa enteng banget.

Sampai di sore hari setelah aku ambil wudhu buat Sholat Ashar jam 4 sore tadi.

Tiba-tiba aku seperti terkena panic dan anxiety attack.

Badan meriang, kepala nyut-nyutan dan perut seperti diserang tawon daripada kupu-kupu.

Aku mendadak mual dan sediiiiiiiih sekali di bagian dada. Ada rasa deg-degan yang tidak nyaman.


Setelah aku review kenapa...

Aku pun tidak tahu. Tapi, aku sempat posting ini di Threads.


Aku sih tidak merasa sedih ya. Tapi lumayan tertegun karena bingung mengisi quiz ini. Awalnya kan kuis buat ngisi seberapa jauh pengetahuanmu tentang fundamental AI. Cuman ternyata survey pertanyaan 1 itu. Aku mau nanya di grup udah males. Kalau yatim gimana ngisi angkanya. Aneh beut, dah! Dan aku sewaktu ngisi ini gak apa-apa, santai saja. 


Aku coba tela'ah apakah karena makanan dan minumanku hari ini?

Coba aku presensi: pagi kuah kikil sapi, ek kopi susu latte low sugar 2 gelas habis sebelum pukul 2 siang, donat kentang dengan topping glaze coconut milky (less sugar karena bikin sendiri). Dehidrasi juga tidak.

Padahal aku lagi santai dan bersyukur banget lho sebelum kondisi ini menyerang. Akhirnya aku sensitif dan merasa terganggu dengan suara-suara apapun. Dan sampai menjelang maghrib ini, aku masih diliputi kesedihan yang entah dari mana. Ini reaksinya intense banget dan aku menahan nangis, perut kram, dan sakit di dada. Bahkan aku sampai melantunkan dzikir sore pun masih ada.

Aaah, akhirnya aku ingat bahwa psikologku mengirim jurnal kosong dengan beberapa prompt. Baiklah, agar aku tidak lupa lebih baik aku tulis di sini. Blog adalah memori kesedihan yang tepat. Asyeeek!

Entah apa ini namanya. Apa trauma response? Atau kesedihan yang delay? Atau ada orang-orang yang sedih membaca utasku? Cuma 20an orang. Aku HSP ya (menurutku). Kayaknya aku merasakan energi kesedihan orang-orang yang membaca utasku. Cenanyang mode on.

Baik, pembaca budiman dan budiwoman, mungkin dengan ngetik di sini selain lupa, aku bisa regulasi emosi tak nampak tak bernama ini. Kalau kamu pernah mengalami hal yang sama, komen dong! Ini apa ya? 

Selamat petang dan berbahagialah selalu dunia dan akhirat!