Aaah...aku nahan nangis, nih.
Aku baru ingat, aku belum pernah memproses rasa sedihku ketika resign (terpaksa) dulu.
Aku tertipu!!!
Aku dibentak durhaka karena ibuku jatuh sakit. Katanya jantung. Ternyata baru tahu itu pasang ring. Maksudku itu memang sangat tidak nyaman, tapi bukan berarti urgensinya seperti bypass jantung.
Lucu, tahu gak siapa yang bikin aku termanipulasi sampai aku memilih resign?
Tanteku! Which is adeknya Mamaku.
I feel ssoooooo stupiiiiiiid.
Dan sampai sekarang aku masih ingin kembali ke Jakarta.
Bayangin mimpiku terkubur 10 tahun di Surabaya.
Sampai yang tadinya kota aku cintai, sekarang eneg dikit banyak, lah!
Karena aku lagi rajin optimasi profil LinkedInku, aku kembali menelusuri file-file lawas.
Gak sengaja, ketemulah sebuah lembar exit interview.
Aduuuuuuuuh, aku langsung nangiiiiis sambil kayak ngambek mencak-mencak gitu.
Lelah banget punya mimpi tapi keluarga selalu menjadi penghalang.
Sore ini, aku merilis rasa sedih yang aku tahan 11 tahun lalu. Pelan-pelan.
Aku sadar, aku gak pernah melampiaskan sepenuhnya karena ketika muda dulu, aku belum paham ini apa.
Maklum ya, kayaknya aku ini PTSD, deh! Jadinya, suka lupa ingatan dan lupa merasa tepatnya.
Aku juga baru saja menyadari di pekan lalu, kenapa mimpiku gak pernah terbang lancar.
Ternyata ini semua bukan karena tidak ada support keluarga, justru malahan karena setiap ingin terbang, sayapku selalu dipotong oleh mereka.
Sayangnya, selama ini aku gak pernah menoleh ke samping kanan kiri dan belakang ketika hendak terbang. Jadinya, aku pikir,"Oooh...Allah gak ngeizinin aku terbang ya. Mungkin ada cuaca buruk di atas sana, makanya Allah tidak mengizinkan aku terbang."
Haaaaaaaaaaaaaaaaahhh...ternyata itu hanyalah toxic positivity yaaa biar masih dikira rumahku surgaku.
Ya udah sekian. Tadi belum nangis tapi udah mewek ngambek gitu. Weeeww...gak kebayang nanti suamiku bakal lihat aku ngambek kayak anak kecil gak keturutan pergi ke tempat ice skating. Hahahaha. Waras yaa, Mas Suami. Hahahahhaa. Karena istrimu ini maybe PTSD and of course ADHD.
What a combooo!!! See you next yapping.
NB. Ternyata selama ini yang bikin aku kacau adalah ibuku yang dimanipulasi sodara-sodara kandungnya semua. I guess karena ibuku berkarir tinggi tapi gak emotionally independent. Jadinya hal kecil tanya ke saudaranya dan which is jawabannya sangat lame dan parah. Alhamdulillah tahun ini ibuku sudah cut off saudara toxicnya (belum semua). Itupun karena aku udah bilang ke ibuku kalau saudara-saudaranya gila dan tidak punya sopan santun.
No comments:
Post a Comment