Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Sunday, April 14, 2019

Syair Tentang Cinta

oleh Ustadz Abu Fairuz hafidzahullah

'Cinta' kalimat yang paling indah
Defenisinya rumit tiada terdedah
Pujangga sastarawan pada menyerah
Gambarkan hakikat asmara terpanah

Bila cinta telah bersemi
Jiwa penakut jadi pemberani
Debu yang kotor menjadi suci
Bumi yang tandus jadi permadani

Cinta melanda para pujangga
Ulama dan umara juga terkena
Pria wanita tiada beda
Budak sahaya, orang merdeka

Bukankah Nabi baginda kita
Menolak cinta tiada kuasa
Kepada Ibunda Humaira
Wanita termulia sepanjang masa

Mustahil cinta Anda hiraukan
Jika Yang Kuasa telah tentukan
Rekat dihati tiada lepaskan
Derita hidup menjadi ringan

Cinta yang halal menjadi obat
Diridhoi Tuhan pahala dapat
Pendukung hidup menuju akhirat
Tiba disurga dengan selamat

Alangkah musibah cinta yang haram
Gundah bersarang hidup pun runyam
Tersiksa batin tak tidur malam
Badan kurus gila bersemayam

Sungguhlah benar sabda ulama
Cinta yang haram membuat tersiksa
Majnun Laila menjadi umpama
Cinta tak sampai berkubur duka

Cinta mudah untuk ditabur
Ia datang dan lantas kabur
Sulit dijaga dan mudah luntur
Berpindah-pindah lantas terkubur

Cinta akan fisik cinta yang semu
Fisik berubah ia pun berlalu
Tiada mengokoh tiada bertumpu
Bagaikan angin terbang menderu

Duhai insan yang mabuk asmara
Penyakit kau anggap penawar jua
Diri terjerumus ke dalam zina
Azab menanti derita di neraka

Cinta ditolak sakit terasa 
Gairah pupus hidup sengsara
Tangisi nasib berputus asa
Menambah penghuni rumah sakit jiwa

Buah dari cinta terlarang
Zina subur tumbuh berkembang
Bayi dikubur janin dibuang
Nasab bercampur AIDS menyerang

Duhai Tuan anda bertanya
Apalah obat cinta membara
Nikahi dia jikalah bisa 
Itulah jawaban soal pertama

Bila gayung tiada bersambut
Cinta ditolak tiada berpagut
Sabarkan diri takdir diturut
Tegakkan sholat doa diruntut

Bila mustahil cinta dipahat
Orang disayang isteri sahabat
Cinta dilabuh pada kerabat
Bila dilanjut anda terlaknat

Putuskan asa hentikan harapan
Pungguk tiada kan gapai rembulan
Mustahil bersanding putri idaman
Duduk bersama rakyat kebanyakan

Bila harap terus bersemi
Tiada putus tiada henti
Panjatkan doa pada Ilahi
Mencabut cinta di dalam hati

Sunday, March 10, 2019

[ Instagram Update ] 6 Juli 2016



Ya Allah,

make he finds You
before he finds me.

Ya Ar Rahmaan,

make he loves You,
before he loves me.

Ya Ar Rahiim,

make he closes to You,
before he closes to me.

Saturday, October 20, 2018

[ Instagram Update ] 11 January 2015

"Barangkali seluruh hidupku adalah do'a yang panjang."

   -Sapardi Djoko Damono dalam Pada Suatu Malam. 
__________________________________________________
Foto dan kata-kata ini diabadikan di Rumah Turi, Solo, 
sejenak melarikan diri dari kegundahan ibukota sesaat sebelum resign dari kenikmatan dunia. 

Monday, May 30, 2011

Penjual Bakso



Hujan-hujan begini, penjual bakso dan anaknya lewat depan pintu rumahku.
Ting ting ting.
Seperti suara mangkok dan piring peninggalan ibuku.
Berulang kali ting ting ting, tak ada yang keluar membeli bakso.
Tak ada peronda duduk-duduk di gardu.
Semua sedang sibuk menghangatkan waktu.

Aku tak ingin makan bakso, tapi tak apalah iseng-iseng beli bakso.
Aku bergegas mengejar tukang bakso ke gardu ronda.
Bakso! Terlambat.

Penjual bakso dan anaknya sedang gigih makan bakso.
Airmata penjual bakso menetes ke mangkok bakso.
Anak penjual bakso tersengal-sengal, terlalu banyak menelan bakso.
Kata penjual bakso kepada anaknya,
“Ayo, Plato, kita habiskan bakso kita. Kasihan ibumu.”

Mereka yang makan bakso, aku yang muntah bakso.

by.Joko Pinurbo (2004)


pertama kali baca puisi ini saya sempat berhenti sejenak dan langsung teringat beberapa hal..*sedih*
hal yg sama yg pernah saya tanyakan kepada diri sendiri dan teman-teman,
"kalo misalnya jualannya bapak itu gak abis, dimakan sendiri la'an tiap hari?"
iya, saya yang muntah bakso padahal baru membayangkan hal itu saja. tiap hari makan bakso.
tidak berlaku pada penjual bakso saja. semua yang kita temui sehari-hari. tahu tek, tahu campur, soto, pecel, pentol, gorengan, eskrim.
orang jual koran, jual map/peta di lampu merah, jual hiasan mobil, jual ipin upin, jual korek api, yaaa..semuanya deh.

~ngenes. akeh2 bersyukur & sedekah ae yo, wahai manusia2 yg hidupnya sungguh jauh dari kemiskinan harta dan hati, yang sungguh lebih dari yg namanya hidup berkecukupan.