Sunday, August 23, 2026

SEROTONIN YANG TAK TERDUGA

Siang ini tiba-tiba dicegat seseorang saat aku berjalan kaki ke pasar beli telur dan bahan makanan seminggu.

Tetiba ada yang menanyakan sesuatu tentang konflik kemarin yang tidak aku ceritakan kepada siapapun di sekitarku.

Aku akhirnya sempat menjelaskan versiku dengan sedikit. I gak mau oversharing.

And YES! Aku ngerasa ada kehangatan yang hadir. Dan gak ada penyesalan karena oversharing. Obrolan tadi cukup. Gak berlebihan.

Ekspresi cinta kasih dari dopamin lebih fluktuatif sedangkan serotonin lebih tenang.

Oooh, ternyata serotonin bisa muncul karena perasaan dibela, didengarkan, divalidasi, dan gesture yang mengatakan bahwa "kamu tidak salah."

Aku jadi nyambung ke kondisi hubungan percintaan. Oooh, mungkin ini ya pernikahan dan keluarga yang green flag itu.

Gak harus menggebu-gebu, cukup dihargai beberapa menit, bisa memproduksi serotonin (dari dalam).

Semoga ini bisa jadi pelajaran buat aku memfilter circle terdekatku ke depannya, seperti lingkup kerja, teman, dan pasangan.

Well, that's it for today!

Tetap tenang tanpa blingsatan.



Thursday, August 20, 2026

MEMILIH LINGKUNGAN BERARTI MEMILIH LEVEL KONFLIK

 HAAAAAAAAAAHH...

Nyesel baru sadar sekarang. Kebayang gak sih kalau kamu selalu berprestasi di akademis dan kantor konglomerasi multinasional membutuhkan keahlianmu, tapi di lingkungan rumah, they treat you like imbicile and problematic person. Just because you're a woman that has independent mind and choice.

Uedaaaaan!!!

Bayangin giniiii...kamu di kantor sibuk dengan memperbaiki mesin rusak, ekspansi bisnis bernilai Milyaran USD, sibuk summary riset jurnal, diapresiasi konglo, expert senior, ngopi enak....

eh ladalaaaaaah....

Sementara di rumah, orang-orang tersinggung atas kebodohan mereka sendiri. Hal-hal kecil yang bisa kamu perbaiki sendiri, mereka hodob dan menyalahkan kamu sebagai biangnya.

Contoh:

1. Dia gak nyapa aku, gak senyum, menoleh --> jadi perkara. Omongan sana sini.

2. Kamu jadi jomblo usia 25+ jadi problematika. Orang-orang berlomba menjodohkanmu dengan lelaki miskin nan bingung. Pokoknya kamu kudu nikah tanpa mikir bebet, bobot, dan bibit.

3. Diam aja ketika mereka bergosip, dihina bisu terus jahat. Wkakakak...Aduh ini tuh gak bodoh lebih ke kepribadian mereka sakit dan ngumpul. 

4. Gue tegur karena langsung buka pagar langsung masuk rumah, tanpa ketok sama sekali...aku dibilang jahat dan gak sopan.

Ini 2 recently case yang aku ingat,

1. Tiba-tiba mamamu protes dateng2 ke ruang kerja katanya pompa air rusak gara-gara aku lihat2 meteran air. Padahal di situ aku nge-foto meteran air biar dia gak boncos sampe 300ribu. Tahu gaaaak? Mereka tidak melihat tandon, gak ngecek apapun, they just wanna blame you for everything. 

ITU MASALAHNYA KARENA TANDON KOSONG. ITUPUN TIAP MALEM ADA YANG MATIIN TU TANDON DUNNO WHO! Ya udah aku tinggal puter kran air sambil marah-marah. Ini nih yang bikin otakku rusak di rumah ini.

2. Aku bilang gini waktu sebelum Agustusan mereka mau beli sembako,"Jangan taruh sembako dan makanan di sini (ruang tamu di depan ruang kerjaku), ya." Aku balik lah ke kamar. Langsung aja Masku teriak2,"DIA ITU JAHAAAT, KERAAS, INI SEMUA TELAT KARENA DIAA AMBIL KUNCI MOBILNYA."

Well, BPKB dan STNK atas namaku. Aku pakai dari 2008. What a crazy man! 

Padahal tuh aku taruh di kamar mamaku biar praktis, malah dianggep bisa dipakai kapan saja.


Dari sekian banyaaaaaak program medis yang datang kenapa gak ada yang program CEK KEJIWAAN LANSIA siiiiih???? HAAAAAH???

Salah satu aku tutup toko di rumah ini adalah karena sering kali jadi rujukan orang gak waras tau gak. Harusnya gue menyewakan praktek psikiatri ya di sini. CUAN BANGET KAYAKNYA! 


Pliss RS Menur bisa banget nih ngebawa lansia-lansia sakit jiwa di sini ke bangsal kamu. Sumpah deeeeh! Kayak preman di sini tuh dan Ibu-Ibu suka banget gosip dan disetir sama ART-ART juga. 


Nah, aku baru sadar...KAMU PILIH LINGKUNGAN, BERARTI KAMU PILIH KONFLIK SEPERTI APA YANG MUNCUL BERULANG, ya gak sih??

Aku jadi punya rasa bersyukur dulu di kantor krn ngurusin C-level kecipratan politik kantor tingkat konglomerasi itu. At leaaaast, kalau ada apa2 gak disuruh ganti rugi dan masih digaji di atas UMR plus lumayan dapat medical, dkk. I mean yang toxic cuma 1-3 orang. Karena mereka udah males banget ngurusin drama kantor (kekurangan SDM).

KEBAYANG GAK KAMU PILIH SUAMI DAN KELUARGANYA GIMANA, KALAU DIA GAK NGERTI SAMA KONDISI HIDUPNYA JANGKA PANJANG?

Ini juga bakalan aku masukkan ke filter kalau mau belajar atau kerja di luar negri.

Aku sih udah kayak FULLY UNDERSTAND sama kondisi ini. Aku gak pengen pergi dalam keadaan seperti Nabi Yunus karena marah. Aku pengen pergi dari sini karena emang udah usaha banget dan logically udah ada data nih 10 tahun bahwa nih orang begini-begini ajaaa justru makin parah karena makin tua dan yaaa males kerja kan mereka pengangguran.

CUMAN AKU TUH PELUPA YAAA...Moga-moga aku inget hidayah ini terus. So I know my priority pokoknya harus cari cara gimana break kesialan dan gak dapat2 uang ini. 

Lalu income pertama nyicil utang produktif (laptop), perbaruan passport, dan pastinya kos2an dulu diutamakan kalau bisa keluar kota. Biar gak ketemu wong2 gendeng iki maneh.

Wish me LUCK!

Aku akan menjadi Syahrini dulu yang gak marah dengan urusan hodob dan sepele, biar dapat sekelas Reino Barrack. Hahaha...

Saturday, August 8, 2026

I'm Too Pretty Born In These Shits

 I've just realize a lot things in my recent week about my family.

1. Mobil Mas gue, tahun lalu kayaknya, ujug2 dibawa kabur temen deketnya. Katanya. Terus akhirnya  kefoto gitu lho di ETL karena melanggar lampu merah, lupa di kota apa. Masih di Jawa. Lalu, katanya nomor hapenya gak bisa dihubungi tapi istrinya ada di rumah. Aneh aja, kefoto di luar kota kayak 6 bulan sekali, 12 bulan sekali. Dan kayaknya itu kota yang sama....Masalahnya pas ditanyain pada santai dan lempar2an. Kayak orang yang gak beneran kehilangan mobil gitu. Aku kalau kehilangan mobil itu grieving ya. Apalagi banyak kenangan dan perjuangan dengan mobil itu. Yaaa...curiga ajaaaaaa...Soalnya kita bener-bener lagi kesulitan ekonomi dan anak Masku bayar kuliah di Swasta, malah tiba2 dapat kabar mobilnya dibawa kabur temannya.

Ntar gue update lah yaaa foto mobilnya kali2 aja kalian bisa bantu nemuin.

Gimana juga ya ngecek laporan mobil itu beneran lapor atau polisinya seperti kata mereka, gak diurusin alias lambat, atau gimana gituuu? How can I make this thing sure it's done well?


2. Nah gara2 si mobil Masku ilang ini, Masku dan Mamaku punya alasan memanuver framing publik bahwa mobil yang udah atas namaku dan STNK atas namaku ini punya dia. Dan mereka act like this is their car. Mereka yang pake, tapi mereka yang nyinyir aku suruh bayar STNK dan pajak per tahun. Padahal mataku udah bermasalah dan gak bisa nyetir lagi dari tahun 2021.Trus aku give up nyetir mobil. Sebelumnya apa-apa ya aku yang jaga mobilnya itu, aku yang nyuci dan bersihin beberapa hari sekali. Nah, dan mereka nge-framing aku jelek di depan tetangga. Akhirnya di tahun ini banyak tetangga yang jahatin aku. Hahahahha...Most of the Boomer tukang bully. Lucu ya, aku marahin mereka karena ngebully aku, di rumahku. Ya jelas aku marah. Eh, lha kok gak terima. Kumpulan tukang gosip dan tukang bully.


3. Naaaaaaah niiiih. Kebayang kan Papaku tuh Komisaris suatu perusahaan konglo gede jaman 80-90, cuman emang nih perusahaan thn 2000an dan pailit. Papaku berhasil beli beberapa rumah. 5-7 rumah total. Nah, sekarang ada 3 rumah. 2 dibalik nama oleh mamaku karena dia bilang takut jatuh ke tangan pelakor dan 1 masih nama pemilik lama. Nah, rumah yang SHM masih pemilik nama, alhasil rumah papaku dong, dan itu harusnya jadi harta warisan yang dibagi-bagi. That's why, aku merasa ini rumah milikku juga. Makanya aku kok secara naluriah njagain banget dan ngerawat bersih rumah ini.

Mamaku pernah bilang dengan nada agak sinis menantang sambil rada ketawa kecil,"Kalau kamu punya uang ya balik nama aja ni rumah. Urusin sendiri." But...setelah aku ngobrol sama temenku orang hukum, dia bilang kalau rumah yang belum dibalik nama sebelum Papa meninggal, ya itu milik ahli warisnya. Kalau udah dibalik nama sebelum Papa meninggal, berarti hibah.

Nah,...makanya selama aku stay di sini terutama pasca covid (which is pasca papaku meninggal) keuangan makin seret dan kacau. Karena ada hak-hak yang belum ditunaikan. Tahun lalu aku sengaja ke kuburan Papaku dan bilang gini,"Oke Pa, aku maafin Papa." Sebelumnya sih sehari2 do'a gitu, tapi momen kemarin tuh beneran kayak orang sembelit lega dan aku cukup khidmat berdoa mengucapkan kata maaf ini.


4. Ini satu hal yang aku curigai... yaitu ..kalian tahu buku novel Djenar Maesa Ayu yang Hati-Hati Dengan Kelamin(mu) gak? Ada satu cerita di situ tentang anak perempuan. Nah, sebeneranya aku udah mergoki beberapa kali suara aneh dan posisi aneh. Tapiiiii, aku ga bisa punya bukti rekaman gitu lho. Dan sekarang mereka makin mahir menyembunyikan suara, dll. Jadi, ga pernah bisa mergokin lagi. Baru semuanya bisa ada bukti kalau aku pasang hidden camera di kamar mereka. Dan aku sih gak mau pasang ya.  

 

Nah, well...mau nulis apa lupa.

Oh ya, hari ini tanganku gemeter hebat karena aku dengar sendiri nyinyiran dan fitnah Masku plus Ibuku dan tetanggaku lalu memanipulasi semuanya. Heboh banget..aku sampe terbesit bunuh diri. But, I already know little know how saat kondisi reaktif dibully terjadi. Akhirnya aku bisa regulasi dan jadi tahu, gimana sih cara mereka menangkap dan mendelivery, memutarbalikkan ucapanku ke orang lain sampai orang-orang yang gak kenal sama aku itu marah dan benci. Hemm, so that's how they play to apaan sih namanya NPD ini.


Just want to put something here, just in case I have short term memory loss because of my ADHD. 

Dosa-Dosa Masku yang Harusnya Dia Dilaporin Polisi Selama Ini

1. Menodongkan pisau ke mulut ART sambil mengancam

2. Mengancam dan memasukkan/menyemprotkan Baygon ke mulutku hanya karena aku mau beli jajan taro yang direbut sama dia. Padahal itu taro kesukaanku.

3. Menginjak-nginjak, smack down, dan mencekik beberapa saudara saat bermain hanya karena dia gak mau kalah.

4. Menghajar istrinya sampai mimisan, babak belur, berkali-kali, dan mengancam dengan pisau di mobil (?). Pokoknya serem banget deh. Bahkan itu kenceng sekali. Sayangnya aku masih muda. Cuma bisa minta tolong ke mamaku, tapi ternyata dia cuek banget dan ga urus. Akhirnya aku juga putus asa.

5. Menghalang-halangi membawa anaknya yang sakit typhus ke rumah sakit ataupun berobat ke dokter, sampai badan biru, dingin, dan lemas, kencing kuning kecokelatan, dan kental. Kalau muntah atau masih demam, dimarahin dengan nada mengancam setiap malam, bahkan ditampar dengan keras. Inilah yang mentrigger aku membawa kabur ponakanku dari sekolah (lagi masa ujian akhir sekolah, dia kelas 6) , aku nangis-nangis di ruang guru lalu aku bawa ke IGD.

6.  Aku lupa...mungkin itu aja udah cukup gendheng.

Thursday, June 25, 2026

Mengingat Masa Resign 10 Tahun Lalu

 Aaah...aku nahan nangis, nih.

Aku baru ingat, aku belum pernah memproses rasa sedihku ketika resign (terpaksa) dulu.


Aku tertipu!!!

Aku dibentak durhaka karena ibuku jatuh sakit. Katanya jantung. Ternyata baru tahu itu pasang ring. Maksudku itu memang sangat tidak nyaman, tapi bukan berarti urgensinya seperti bypass jantung.


Lucu, tahu gak siapa yang bikin aku termanipulasi sampai aku memilih resign?

Tanteku! Which is adeknya Mamaku.

I feel ssoooooo stupiiiiiiid.


Dan sampai sekarang aku masih ingin kembali ke Jakarta.

Bayangin mimpiku terkubur 10 tahun di Surabaya.

Sampai yang tadinya kota aku cintai, sekarang eneg dikit banyak, lah!


Karena aku lagi rajin optimasi profil LinkedInku, aku kembali menelusuri file-file lawas.

Gak sengaja, ketemulah sebuah lembar exit interview.

Aduuuuuuuuh, aku langsung nangiiiiis sambil kayak ngambek mencak-mencak gitu.

Lelah banget punya mimpi tapi keluarga selalu menjadi penghalang.


Sore ini, aku merilis rasa sedih yang aku tahan 11 tahun lalu. Pelan-pelan.

Aku sadar, aku gak pernah melampiaskan sepenuhnya karena ketika muda dulu, aku belum paham ini apa.

Maklum ya, kayaknya aku ini PTSD, deh! Jadinya, suka lupa ingatan dan lupa merasa tepatnya.

Aku juga baru saja menyadari di pekan lalu, kenapa mimpiku gak pernah terbang lancar.

Ternyata ini semua bukan karena tidak ada support keluarga, justru malahan karena setiap ingin terbang, sayapku selalu dipotong oleh mereka. 

Sayangnya, selama ini aku gak pernah menoleh ke samping kanan kiri dan belakang ketika hendak terbang. Jadinya, aku pikir,"Oooh...Allah gak ngeizinin aku terbang ya. Mungkin ada cuaca buruk di atas sana, makanya Allah tidak mengizinkan aku terbang."


Haaaaaaaaaaaaaaaaahhh...ternyata itu hanyalah toxic positivity yaaa biar masih dikira rumahku surgaku.


Ya udah sekian. Tadi belum nangis tapi udah mewek ngambek gitu. Weeeww...gak kebayang nanti suamiku bakal lihat aku ngambek kayak anak kecil gak keturutan pergi ke tempat ice skating. Hahahaha. Waras yaa, Mas Suami. Hahahahhaa. Karena istrimu ini maybe PTSD and of course ADHD.


What a combooo!!! See you next yapping.


NB. Ternyata selama ini yang bikin aku kacau adalah ibuku yang dimanipulasi sodara-sodara kandungnya semua. I guess karena ibuku berkarir tinggi tapi gak emotionally independent. Jadinya hal kecil tanya ke saudaranya dan which is jawabannya sangat lame dan parah. Alhamdulillah tahun ini ibuku sudah cut off saudara toxicnya (belum semua). Itupun karena aku  udah bilang ke ibuku kalau saudara-saudaranya gila dan tidak punya sopan santun.

Monday, June 8, 2026

Jurnal Buat Psikolog 08/06/26

Sore ini agak aneh.

Sebenarnya aman-aman saja seharian karena aku lagi rapiin project management aku untuk satu bulan ini. Serunya, lagi tokcer banget, lho! 

Seharian ini berasa enteng banget.

Sampai di sore hari setelah aku ambil wudhu buat Sholat Ashar jam 4 sore tadi.

Tiba-tiba aku seperti terkena panic dan anxiety attack.

Badan meriang, kepala nyut-nyutan dan perut seperti diserang tawon daripada kupu-kupu.

Aku mendadak mual dan sediiiiiiiih sekali di bagian dada. Ada rasa deg-degan yang tidak nyaman.


Setelah aku review kenapa...

Aku pun tidak tahu. Tapi, aku sempat posting ini di Threads.


Aku sih tidak merasa sedih ya. Tapi lumayan tertegun karena bingung mengisi quiz ini. Awalnya kan kuis buat ngisi seberapa jauh pengetahuanmu tentang fundamental AI. Cuman ternyata survey pertanyaan 1 itu. Aku mau nanya di grup udah males. Kalau yatim gimana ngisi angkanya. Aneh beut, dah! Dan aku sewaktu ngisi ini gak apa-apa, santai saja. 


Aku coba tela'ah apakah karena makanan dan minumanku hari ini?

Coba aku presensi: pagi kuah kikil sapi, ek kopi susu latte low sugar 2 gelas habis sebelum pukul 2 siang, donat kentang dengan topping glaze coconut milky (less sugar karena bikin sendiri). Dehidrasi juga tidak.

Padahal aku lagi santai dan bersyukur banget lho sebelum kondisi ini menyerang. Akhirnya aku sensitif dan merasa terganggu dengan suara-suara apapun. Dan sampai menjelang maghrib ini, aku masih diliputi kesedihan yang entah dari mana. Ini reaksinya intense banget dan aku menahan nangis, perut kram, dan sakit di dada. Bahkan aku sampai melantunkan dzikir sore pun masih ada.

Aaah, akhirnya aku ingat bahwa psikologku mengirim jurnal kosong dengan beberapa prompt. Baiklah, agar aku tidak lupa lebih baik aku tulis di sini. Blog adalah memori kesedihan yang tepat. Asyeeek!

Entah apa ini namanya. Apa trauma response? Atau kesedihan yang delay? Atau ada orang-orang yang sedih membaca utasku? Cuma 20an orang. Aku HSP ya (menurutku). Kayaknya aku merasakan energi kesedihan orang-orang yang membaca utasku. Cenanyang mode on.

Baik, pembaca budiman dan budiwoman, mungkin dengan ngetik di sini selain lupa, aku bisa regulasi emosi tak nampak tak bernama ini. Kalau kamu pernah mengalami hal yang sama, komen dong! Ini apa ya? 

Selamat petang dan berbahagialah selalu dunia dan akhirat!

Thursday, June 4, 2026

2026 Mulai Blogging sebagai ADHD Dewasa

2026 ini aku melakukan screening test ADHD Dewasa. Surprisingly, tidak mengejutkan sama sekali. Hasilnya ADHD Dewasa Inattentive. Kalau kamu lihat perempuan remaja pendiam yang kepalanya berisik sementara bukunya sulit dibaca bahkan orang dewasa, kemungkinan dia termasuk golongan neurodivergen yaitu salah satunya ADHD. 

Lucunya, ADHD itu gak melulu terlihat anak-anak ceria yang hiperaktif dan berantakan. ADHD bisa old soul yang terjerat di tubuh remaja. Oh, maksud aku ADHD penuh luka karena lahir di keluarga disfungsi seperti aku. Bacaan remaja ADHD dengan IQ di atas rata-rata mungkin saja Haruki Murakami, Paulo Coelho, terkadang Djenar Maesa Ayu, Dewi Lestari, dan komik jenaka seperti Kungfu Komang.

Otak ADHD itu paradoks, apalagi kelakuannya. Hahaha.. Aku pernah bertanya kepada teman-teman ADHD terutama yang cowok.

"Kalian tuh hyperseksual terus suka gonta ganti pasangan ya?"

"I mean impulsif dalam aktivitas seksual."

Kata mereka,"Iya lagi, makanya hubungan pernikahanku berantakan."

Lalu aku tanya lagi,"Ada gak hal yang bikin kamu bisa nge-rem? I mean, kepengen icip perempuan sana-sini kan "dark traits" ya."

Lalu dia jawab,"Ya, aku lihat anakku sih. Dan juga gak aku pungkiri agama jadi rem. Kepercayaan Tuhan Maha Melihat kita semua bikin aku mikir dua kali kalau mau ngelakuin dosa."

Kalau dipikir-pikir bener juga. Selain norma sosial dan moral dalam bermasyarakat, norma agama penting banget buat ADHD yang otaknya unlimited ambil source. Jujur, AI kalah, deh kalau soal sedot menyedot data. Ini udah another level Cloud Storage-nya Allah yang ciptakan.

Aku juga kalau tanpa mengimplementasikan agama, bakalan jablay sama cowok manapun. Siapa yang mau dan bisa kasih aku rasa sayang dan kasihan. Hayoooook! 

Alhamdulillah, Allah menyelamatkanku dari kebodohan dan impulsif karena syahwat. Namun sayang, seperti halnya penyintas KS lain, saking menjaga dirinya aku, tidak ada kondisi pertengahan. Aku memilih punya pasangan atau tidak sama sekali. Selama 35 tahun ini aku pilih tidak berpasangan. Simply, aku takut addict dan bablas karena aku belum punya filter bagus saat mulai anxious ter-attach dengan lawan jenis.

Another alhamdulillah. Tahun ini di usia 36 tahun, aku mulai menemukan akar masalah trauma aku. Sekarang aku bisa sangat jelas punya parameter dalam memilih dan menetapkan guideline buat calon pasanganku. Rasanya aku siap menikah di tahun 2026 ini dengan lelaki impianku. Ahaaaaay...siapakah dia? Wallahu a'lam. 

Allahumma inni as aluka lelaki kaya lahir bathin dan bijak dalam urusan dunia wal akhirat. Aku dapat keluarga wajar betulan healthy realationship dari pihak suami nanti. I wish when yaa...

Thursday, September 25, 2025

Cerita Gadis 30an di Keluarga Disfungsi part-1

It's been years, gak update sama sekali di blog ini. Simply because I forgot my password.
Sayangnya, hidupku masih "stuck" tapi sudah di fase "awakening". Dan sayangnya, financially rodo melarat sitik. Hahaha...Bayangin ya, tabunganku itu dua digit, alias belasan ribu. Hahahha. Alhamdulillah gak ada harta haram di situ.

Jadi, tahun ini aku test kepribadian untuk menemukan karir yang tepat buat aku apa. Surprisingly, lha kok aku jadi ekstrovert? Mungkin karena aku mulai berani share soal kehidupan ini dan coba menjadi content creator.

Nah, karena perubahan kepribadian ini, aku lebih luwes dalam menceritakan problematika kehidupanku. Daripada aku oversharing di tempat yang gak tepat dan cuma bisa diakses 24 hours, jadi mending aku bakalan super oversharing di blog ini. Sebagai apa? Sebagai journaling dan latihan critical thinking terhadap apapun yang terjadi di hidupku dan di isi pikiranku.

Aku mau cerita gak enak. Dan seterusnya bakalan ada cerita gak enak. Karena ini wadah sharing personalku. This is my flaws. Kalau ada yang ngomong,"Hidup lo sempurna! Enak lu cukup bersyukur aja." atau gaslighting sejenisnya...They can access my half mind di sini. Kalau hidupku gak sesempurna kelihatannya.

Oke. Hari ini, aku menegur Pamanku karena aku udah curiga sebenarnya selama berminggu-minggu ini. Kok air sering kedengeran mengalir? Aku pikir ada orang mandi di sana. Tapi ini terlalu sunyi tanpa cebar cebur. Akhirnya aku gak ngecek ke area kamar Pamanku dan anak cowoknya. Yaa...simple karena mereka cowok ya. aku takut kalau pas lagi kencing gak ditutup atau gimana gitu.

Sampai-sampai, awal bulan ini ada tagihan air kok membengkaknya tidak seperti biasa. Biasanya bengkak 10-20ribu saja. Ini kok 50-100rb? Curiga nih. Dan benar saja, hari ini aku coba langsung tengok dan taraaa....mengalir begitu saja airnya. Orang-orang di sekitarnya main hape dan duduk doang.

Aku tegur dong,"Airnya kalau udah penuh langsung matiin. Tagihannya naik drastis. Kalau kamu gitu lagi, aku suruh kamu ganti." Pamanku menjawab, "Oh, iya!" dengan santai tanpa rasa bersalah. Kemudian aku jalan menuju kamarku dan mendengar mereka tertawa mengejek. Aku sudah biasa. Tapi, inilah pola komunikasi keluarga Ibuku yang sangat disfungsional dan toxic. Ketika ada anggota keluarga protes karena kesalahan dan keteledoran yang berulang kali oleh mereka, maka akan jadi bahan bercandaan dan gunjingan selama terus menerus. Ya, akulah orang tersebut yang dari aku remaja jadi bahan gunjingan dan hinaan mereka.

Aku ingat kejadian remaja apa saja yang mereka lakukan padaku. Namun, gak semua aku ingat detail. Ini akan aku coba tulis di postingan entah kapan. Hahaha...energi cukup gede ya untuk nulis hal ini.

Balik maning ke kejadian tadi. Aku ternyata punya response menggigil, gemetar setelah menegur pamanku. Pamanku ini gak pernah kerja yang literally kerja. Tapi hidupnya petentang petenteng banget. Manusia pemalas ini, total mungkin belasan atau puluhan tahun tinggal di rumah ini. Nah, manusia ini dan sejenisnya...akan aku share cerita agak detailnya di postingan yang akan mendatang, which is I don't know when. Response menggigil ini, akhirnya aku definisikan sebagai response karena bertemu stressor. Stressor yang tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Ya, aku menjadikan momen ini penemuan untuk shadow work yang lagi aku lakukan.

Jadi, sekarang aku secara sadar seutuhnya mengenali siapa saja stressorku. Beberapa tingkah Ibuku, beberapa response Masku, Pamanku sekeluarga, dan Tanteku yang di Jember. Ini adalah orang-orang perusak kedamaian dan ketenangan. Juga, mereka mengompori saudara-saudara lain untuk ribut. Yang lucu adalah, mereka ini dari aku remaja, suka banget menjadikan keponakan-keponakannya itu target "bully" untuk obrolan mereka sendiri. That's sick!!! 

Oke, cukup cuitan hari ini karena I need mental rest from mentioning them. Uneg-uneg hari ini I'm done!


Friday, April 21, 2023

Sendiri

         Senja di akhir Ramadhan tahun ini.

Sendiri berjalan
Di tengah malam nan sepi
Kian jauh melangkah
Semakin gelisah

Sendiri termenung
Di larut malam nan hening
Hatiku s'makin gundah
Oh mata membasah

Bayu dingin lalu
Dan bintang mengedip sayu
Rembulan menyuram
Tiada terbayang harapan

Sendiri melangkah
Di jalan remang membisu
Kunanti engkau sinar
Bersama sang fajar

oleh Guruh Soekarno Putra

Ya Allah, Aku Hanya Mampu Meminta Kepada-Mu

Ya Allah, aku minta semua gantinya di akhirat nanti, sisa kebahagiaan yang tak Engkau kasih penuh kepada hamba.

Ya Allah, aku minta semua gantinya di akhirat nanti, kasih sayang dan peran Ayah dan Ibu.

Ya Allah, aku minta semua gantinya di akhirat nanti, perlindungan, tanggung jawab, keamanan, dan kelemah-lembutan kerabat laki-laki yang Engkau kirim kepada hamba saat ini.

Ya Allah, aku minta semua gantinya di akhirat nanti, teman hidup yang mau menemani dan menghargai hamba.

Ya Allah, aku minta semua gantinya di akhirat nanti, sisa kesehatan yang tak Engkau karuniakan kepada hamba di sisa umur hamba.

Ya Allah, aku minta semua gantinya di akhirat nanti, sisa kenikmatan tempat tinggal yang rapi dan nyaman yang tak Engkau anugerahkan kepada hamba saat ini.

Ya Allah aku minta ganti semua kesedihan, kesakitan, kesengsaraan, kegagalan, kesempitan, keterbatasan di dunia ini untuk ditukar dengan kebahagiaan akhirat yang hakiki.

Tuesday, February 8, 2022

WATCH WHAT YOU EAT DURING PANDEMIC



Sebagian orang sebelum datangnya pagebluk sudah mampu menyadari pentingnya menata asupan nutrisi kita. Sebagian lain belum. Terlebih lagi bagi kita yang ngekos dengan fasilitas terbatas maupun sekadar numpang di rumah orang yang kita tidak punya kuasa mengatur menu makanan sehari-hari. Pas hari ini saya pesan salad sayur ke teman saya, saya sekalian mau cerita sedikit soal pilihan saya untuk mengkonsumsi sayuran lebih banyak dari sebelumnya.


Sebelum tahun 2012, saya makan banyak protein hewani dan nasi putih daripada sayur. Bahkan saya kurang kenal berbagai macam jenis masakan sayuran karena keluarga memang kurang suka dan hampir tidak suka sayur apalagi salad mentah. Namun, saya mendapat kesempatan bekerja di luar kota, yaitu tepatnya Jakarta. Pada masa ini, saya sudah sering memperhatikan gaya hidup vegan dan vegetarian. Tapi hanya sekedar membaca blog dan resep resep. 

Dulu, gaji lumayan untuk bisa sesekali beli bahan organik dan aneka plant based food. Nah yang mencolok bagi saya pada saat itu adalah snack dari @trfhomemade dan @burgreens . Sepertinya dulu mereka masih pop up di event-event dan pesanan online. Saya termasuk supporter para local brand, jadi mencoba hal baru dari artisan Indonesia adalah hal lumrah bagi saya. Akhirnya saya beli carrot cake, pie, dan beberapa selai kacang yang raw. Surprise ya, enak semua. Dan taste-nya fits mine.

Akhirnya saya mulai membuka diri untuk menambah menu menu makanan yang berbahan selain protein hewani dan karbo nasi. Snack MSG pun saya batasi dan lebih konsumsi umbi-umbian, ganti juga nasi dengan beras merah. Saya juga pernah diet lupa namanya pokoknya tanpa garam gitu. Hahaa...what a life ya. Nah, ini cerita waktu masih sehat dan saldo juga subur ya.

Then I comeback to hometown, saldo menipis dan gak tau kenapa semakin hari semakin banyak alergi makanannya. Nah dulu di Jakarta sempet periksa alergi di klinik alergi asma dan memang sudah banyak alerginya, tapi saat itu alerginya tidak keluar. Stamina pun bagus. Mungkin faktor usia juga ya jadi kondisi usus makin sensitif. Akhirnya protein hewani yang bisa aku konsumsi hanyalah lele, mujair dan sesekali daging merah.


--------------------------888--------------------------




Bismillah... Saya ngetik paragraf awal-awal ini di tanggal 31 Januari 2021. Namun, waktu begitu cepat berlalu ya. Subhanallah...masa pandemi pun masih ada kita rasakan hingga menginjak 2022. Alhamdulillah 'alaa kulli haal. Saya ceritakan juga bahwa kondisi kesehatan saya sepertinya semakin memburuk. Kenapa ? Baik mental health dan physical health menurun drastis. Saya terkena (mungkin) panic attack, atau anxiety attack yang agak mengkhawatirkan. Saya butuh waktu yang lama dan pengkondisian untuk tidur. Ternyata meski ngantuk dan capek berat, serangan panik ini bisa saja datang ya. Fisik pun nyerinya tak tertahankan, dan kondisi perut sering kembung, membesar dan keras, susah BAB dan bahkan yaa lain-lainnya. Padahal usia saya lagi blooming ya...tapi qodarullah justru di usia blooming ini saya malah terkena banyak penyakit. 

Akibat penyakit-penyakit yang saya derita, akhirnya saya minum obat herbal dan ganti pola makan secara ketat. Masih bertaut dengan empon-empon dan wild foraging. Pantang dengan segala alergen, menghindari total goreng-gorengan, meminimalisir bakar-bakaran dan fokus di rebus atau kukus. Nasi putih dikurangi banget karena lagi ngurangin gula juga. Perbanyak sayur mentah, buah dan air putih buat detoksifikasi. Saya memilih ini bukan karena anti pengobatan modern ya, tapi memang lagi banyak pengeluaran untuk hal yang lebih penting, dan menurut saya kesehatan masih nomor ke sekian. Semoga Allah mudahkan. Saya juga nabung banget karena ingin dirawat oleh dokter terbaik di sini yang informatif dan rapi pengobatannya. Semoga Allah kabulkan. Semoga Allah sehatkan kami sekeluarga dan kalian juga. 

InsyaAllah pola makan yang saya sebutkan tadi bener-bener bisa cepet menghilangkan lemak, menurunkan berat badan, dan mengurangi nyeri di badan. Plus, olahraga rutin pagi dan sore jalan kaki cepat selama 20 menit dan naik turun tangga 10 menit cukup untuk menjaga kesehatan. Olahraga dan makanan yang baik itu bisa bikin pikiran dan hati kita lebih positif. Banyak dzikir dan doa ini yang utama, karena kalau lagi sakit...pasukan syaithon galau baper putus asa suka ngumpul menghembuskan angin dan hawa mendung suram di atas kepalamu dan hatimu. Jadi, kembalikan kesedihan itu kepada Yang Maha Membolak Balikkan Hati. Semoga kita bahagia selalu atas segala takdirNya. Menerima apa yang telah menjadi jalan dan mengharapkan pahala dari keikhlasan ini.

Barakallahu fiikum.

Monday, June 28, 2021

MANUSIA MAKHLUK MULIA


Abdullah Ibnu Al Mubarok pernah ditanya,
"Kapankah manusia layak disebut manusia ( makhluk yang mulia ) ?"
Beliau menjawab,
"Di saat ia mengenal Allah dan membuktikan hal tersebut sepanjang hidupnya."
-Ustadz Djazuli hafidzahullahu ta'ala-

Foto adalah senja tahun lalu. 
Saya mencoba cari jalan untuk bisa tetap mendapatkan terapi dan rehat sejenak dari lelahnya menghadapi keluarga ini. Salah satunya adalah saya mulai menghidupkan balkon rumah kosong menjadi kebun mungil sayur. Balkon ini menghadap barat di mana senja tenggelam. Saya rutin pagi dan sore ke kebun mungil ini demi terapi dan hidup sehat lahir bathin. Sebenarnya terapi saya itu ya kajian rutin di masjid, namun Allah masih ingin cerita lain. 

Semoga Rabbku mengangkat wabah penyakit ini, yang menyiksa hambaNya dengan memberi hikmah yang begitu banyak. Jadikan hamba seseorang yang tidak mudah mengeluh atas takdirMu. Aamiin.

Tetap jalani prokes dengan ikhlas demi taat kepada Allah dan ulil amri. Demi ibadah kita.

Saya bagikan potongan senja yang mungkin kalian ingin punya.

Tuesday, May 25, 2021

Pertama Kali Tatap Muka

Bismillah, hari ini saya ingin sedikit cerita, flashback saat pertama kali teman pengajian di masjid Al Falah mengajak ke kajian rutin membahas kitab insyaAllah pertengahan tahun 2016, 

"Ayo, mau ta kamu ikut pengajian isinya orang cadaran ? Ini pengajiannya berat, sangar-sangar... Biasanya pinjem rumahku soalnya masjidnya atapnya runtuh masih dalam perbaikan."

"Bahasan apa ?"

"Apa ya ? Lupa soalnya ganti judul nih. Nanti aku kirim jadwalnya."

Kemudian saya dikirimi sebuah jadwal/poster sederhana. Simple aja. Lawas banget lah designnya.

Aku membaca judulnya : FIQH JENAZAH

MasyaAllah, .... merinding ya ? 
Dari remaja sudah sering dengerin tausiyah, tapi belum pernah saat menginjak usia 20 betul-betul membahas sebuah kitab untuk mendalami islam dalam rangka memperbaiki iman, taqwa, banyak hal ttg kehidupan dan akhlak saya sendiri.

Sampai sekarang saya masih terkesima dengan skenario Allah yang mengetuk pintu pertama menjadi penuntut ilmu syar'i dari jalan pembahasan KEMATIAN, lebih lagi MENGURUS KEMATIAN SESEORANG / JENAZAH.

Catatan kajian pertama saya.

Pada saat itu, kondisi saya putus asa, sedih berlarut, lelah, penuh emosi yang tertahan, kondisi fisik mudah lelah, usaha mulai nol modal habis bis tanpa laba, lamaran kerja tak bersambut, dan mempertanyakan kenapa saya berada di kota ini ? Sesal tiada tara saya kembali ke kota ini. Namun, semua jalan yang Allah pilihkan ada sisi syukur dan hikmahnya, meski kita tak menyukai pilihan ini.

Tanpa prejudice, saya mendatangi kajian tsb dengan rok panjang, atasan panjang dan hijab sepinggang. Sekalipun saya belum pernah memakai set syar'i. Niat saya ingin lepas dari belenggu kebodohan dalam menyikapi masalah dan ingin mencari ketenangan dengan bermajelis bersama lingkungan yang baik.

MasyaAllah sempet minder karena rumah teman saya ini seperti sinetron besarnya dan beberapa mobil berderet. Petugas Parkir ramah mengarahkan ke sisi jalan. Masuk pun sungguh canggung. Ketika masuk saya hanya bisa melihat para muslimah. Saya pikir, ustadznya di mana ya ? Cuma dengar suaranya.

Para muslimah ini berpakaian hijab panjang dan gamis panjang gombrong berwarna gelap. Nah, saya masih belum tahu kalau pada pakai cadar atau tidak karena kan mereka sebagian besar copot cadar. Pemandangan pertama kali dan semua terlihat fokus dan ramah. Ibu-ibu cenderung santai sekali. Mukanya tidak ada yang berkesan galak.

Kalau dulu saat kuliah di ITS, outfit seperti ini hanya satu dua seliweran di Manarul 'Ilmi. Dalam hati saya setelah 2 jam ikut kajian, lah hati malah plong. Ndak terbukti kalau pengajianne sangar kereng galak. Lha wong gimana. Pembahasannya mentalkin jenazah, yang ada sepanjang kajian inget orang tua yang sudah sakit dan saya sendiri yang pengen b*n*h d*ri. Hmm...ternyata ini ada tuntunannya semua.

Akhirnya sampai sekarang saya ketagihan karena para asatidz pemateri menyampaikan ( yang terpenting ) secara ilmiah dan tata bahasa yang baik namun tetap tegas dan jelas. Semakin hari mengikuti kajian, benang kusut semakin terurai karena perbekalan ilmu agama untuk dunia dan akhirat.

Sekian deh sekilas balik dari saya. Semoga kalian juga sudah dapat moment hidayahnya untuk niat ikhlas menuntut ilmu bukan untuk cari tenar jadi selebgram, da'i dadakan ataupun cari jodoh apalagi cari rezeki harta. Yang paling susah istiqomah. Ingatlah terus moment awal perjuangan kita, semangat kita awal menuntut ilmu agar tidak merasa bosan dan yo wis.

Bagi yang ingin membaca ringkasan kajian yang saya ikuti, bisa klik di sini :

Barakallahu fiikum wa uhibbukum fiddiin 💕

Saturday, May 22, 2021

Anxiety Begins at 25

Setiap kali apabila aku terbangun pukul 23.30 WIB hingga menjelang pukul 03.00 WIB, aku merasa was-was jikalau pada rentang waktu itu mendengar suara yang tidak wajar. Ke was was an ini ada alasan yang tidak bisa aku bagi di akun publik.

Hal ini terjadi sudah tahunan, terutama semenjak aku kembali tinggal di rumah orang tuaku di tahun 2015. Semakin parah ketika menginjak pandemi.

Triggernya karena sesuatu momen dan beberapa orang yang melakukan sesuatu hal sehingga aku selalu gundah setiap terbangun malam. Cukup membuat trauma. Salah satu trigger yang bisa saya ceritakan adalah ada orang gila yang masuk ke rumah pada malam hari menjelang sahur.

Sebenarnya rasa gelisah ini tidak hanya terasa di malam hari saja. Siang hingga sore seperti ini, namun tidak separah malam hari. Ini pun ada alasannya yang tak bisa aku bagi ke publik.

Sungguh aku merindukan suatu tempat berteduh yang aman, minimalis dengan tidak terlalu banyak orang dan barang yang diurus. Aku merindukan rumah yang private, kehidupan yang tenang dan teratur tanpa tuntutan publik. Rumah yang diimpikan itu beserta keluarga yang sejalan.

Sebenarnya tempat tinggal impianku adalah sebuah rumah yang berkonsep tanpa tamu. Seperti aku sedang liburan keluarga di sebuah villa atau bungalow dengan beberapa lahan terbuka terkena sinar matahari terbit. Merindukan rumah pelepas lelah bukan penambah lelah. Merindukan tempat yang aman untukku membuka hijab, berpakaian pendek dan memakai daster sesuka hati saatku berjalan di rumah, ke kamar mandi, saat memasak dan mencuci.

Banyak alasannya, kenapa aku lebih tenang tinggal sendiri di antah berantah daripada di rumah yang selama ini aku tempati.


Thursday, January 21, 2021

First Post During 2021 Pandemic

Bismillah...akhirnya saya update lagi nih.
Tadinya saya sengaja menghapus app blogger di handphone agar saya ngepost lewat PC saja. Ternyata PC saya yang sudah berusia 12 tahun ini tidak compatible untuk segala bentuk medsos dan aplikasi yang langsung connect via gmail. Maklum Windows Vista lawas. Jadi tulisan tulisan saya banyak yang tertunda.

Selama pandemi aktivitas sehari-hari sangatlah berbeda dibandingkan dengan sebelum pandemi. Saya ingin sekali sharing banyak hal kepada teman-teman apa saja kegiatan saya sampai saat ini, baru justru ketika pandemi ini berlangsung. Alhamdulillah Masya Allah laa haula wala quwwata illa billah.

Sebelum pandemi, karena saya seorang perempuan dan usia yang sudah tidak muda lagi saya sering insecure dan mengalami anxiety. Ternyata banyak sekali tuntutan sebagai seorang perempuan ya that's why I always tell people, please, ladies be good to another ladies and please support each other. Sebelum pandemi saya lebih concern masalah kesehatan, pemasukan dan jodoh pastinya ya, sedangkan setelah pandemi bertambahlah khawatir akan terkena virus dari pandemi ini. Penyakit bawaan saja sudah meresahkan apalagi ditambah adalah dari penyakit yang datang ke Indonesia dan menular.

Sebelum pandemi juga saya sudah belajar hidup bersih, rapi, memakai masker membawa hand sanitizer, dan sering cuci tangan sampai merasa seperti OCD. Dan pastinya sebagai seorang introvert dan seorang INTP/J saya sangat baik dalam menjaga jarak satu sama lain. IT'S INTROVERT LIFE !!

Kedepanny, saya akan menceritakan dan membagikan pengalaman, nasehat, dan hikmah apa saja yang saya dapatkan selama saya di rumah Ibu saya. Ribuan foto sudah saya simpan sebagai kenangan dan gambaran akan apa yang nanti hendak saya utarakan.

Sekian dulu hari ini. Please pray harder and stay healthy.


Saturday, June 27, 2020

Asal Mula Wangiseruni


"Pasti waktu lahir, orang tuamu tak lupa memberimu nama."


( bersambung ... )

Tuesday, June 23, 2020

[ Instagram Update ] 22 Juni 2016



TO: THE SISTER WHO CRIED QUIETLY AND ALL THOSE STRUGGLING THESE PAST YEARS

The sister who is spending these past years by herself,
The sister who is lonely because she’s not married,
The sister who is lonely in her marriage,
The sister who is struggling to find work, 
The sister who is struggling to get her financial stable,
The sister who has been trying for a baby for years, and endures regular hurtful comments from others,
The sister who is trying her best to fulfil her obligations and take care of her kids, but is so so tired,
The sister who is struggling with her families,
The sister who is fighting with her mother,
The sister who has lost someone she loves, and she misses them everyday,
The sister who walks alone in shiratal mustaqim but hurtful by relatives unsupported comments,
The sister who has reminded her family to turn to Islam but rejected and alienated,
The sister who is struggling with anxiety or depression,
The sister whose world has been devastated and her life scattered by shocking news,
To every one of you, and all the other sisters who are facing innumerable challenges! 

Know, dear sister, your solace and comfort lies with Allah, Ar-Rahman, the source of our relief and the reliever of our distress. He is Able to Do All Things. Turn to Him and cry. Pour your heart out to Him. He is the One who can bring you ease, who can set right your affairs, who can relieve the burden that is weighing on your heart and know, for your patience, your reward awaits you in Jannah, in shaa Allah!! Hold on to Allah and know, with absolute certainty that He will never leave you, never let you down and that your reward lies with Him. He is the Most Merciful, and He is ever near.

BE KIND TO EVERYONE

As I wrote this, it was a reminder to myself, first and foremost, that we never know what others may be facing in silence. 



As we pray tonight and every time, let’s remember the sisters who are struggling in our du’a.

And as we move through this blessed month and beyond, let’s make the effort to be compassionate, to help where we can, to ease the burden of others if we are able, to be patient and to be kind to everyone.

Your silent du’a for her might be answered!


Annah Hariri